Container Icon

Kulineran di Ciwidey : Next Holiday Plan!

Buat saya, Bandung itu engga pernah ngebosenin. Bolak-balik weekend getaway ke Bandung mah, ayok aja. Karena masih banyak yang belum sempat saya explore disana. Salah satunya Ciwidey. Dari hasil googling, ternyata di Ciwidey ada berbagai tujuan wisata, lho. Mulai dari wisata alam, wisata religi, sampai wisata edukasi.

Kalo masalah penginapan, siy, gampang. Nginep di Bandung oke, nginep di Ciwidey langsung juga udah ada banyak pilihan hotelnya. Langsung aja cek pilihan hotel di Ciwidey di Traveloka.com. Website andalan saya, niy. Proses pemesanan hotelnya gampang banget. Lewat website boleh, lewat aplikasi juga monggo. Selain mudah, di Traveloka juga selalu ada berbagai promo dan diskon loh, tiap hari! Buat penggemar diskon kayak saya, dijamin hepi banget deh.

Mengingat sekarang adalah bulan puasa, yang ada di pikiran saya adalah makanan #loh. Tau sendiri kan, hobi saya adalah makan di tempat cantik. Seperti yang pernah saya tulis di postingan lama saya ketika berkunjung ke Bandung, misalnya Koloni 108 dan Citroengras Cafe.  Sebagai pecinta makanan, berikut list saya tentang rencana kuliner di Ciwidey. Karena ada rencana bawa ponakan kesini, lokasi yang saya pilih pun yang cocok untuk keluarga yang membawa anak kecil.



Tips GATF 2017

Mengingat sebagian teman saya adalah traveler, berikut tips #GATF2017 dari saya :
- Kalo memang mau cari tiket, tentukan rute dan tanggalnya. Siapkan beberapa alternatif. Cari tahu juga harga tiket normalnya, untuk bahan pertimbangan dan perbandingan. Engga perlu pindah travel agent. Harganya mirip2 kok.
- Kalo punya CC BNI Platinum, antrilah dari dini hari (!) untuk dapet gelang cashback (kuota 350 orang). Kalo sudah beli tiket, segera antri di counter khusus untuk klaim cashback.
- Kalo engga punya CC BNI Platinum, dateng menjelang loket tiket dibuka juga engga masalah. Saya tadi datang jam 10, masuk jam 11. Harga tiket 35ribu. Tapi saya tadi dikasih tiket gratis sama pemilik CC BNI premium (Platinum/Garuda/Signature/Infinite) tak dikenal yang kebetulan antri bareng (dan ngobrol2 pastinya, seperti biasanya saya lah, chit chat with strangers 😂). Jadinya saya malah dapet 2 tiket. 1 tiket saya kasih ke orang lain yang juga tak dikenal. Hehe...
- Penggunaan CC selain BNI akan dikenai charge 2,5% atau 3%. Kalau berhasil dapet pinjeman CC, engga perlu koar-koar kalo itu bukan punya kamu. Semua counter memang tidak diizinkan membawa EDC selain EDC BNI.
- CC BNI selain yang premium engga dapet cashback, tapi bisa dapet cicilan 0% selama 6 bulan/12 bulan.
- Beberapa travel agent menyediakan hadiah untuk pembelanjaan tertentu. Ada yang minimal 1 juta, 11 juta, 20 juta, dll.

Setelah beli tiket:
- Antri di counter Redemption. Disana akan dapet kupon lucky draw/game/hadiah langsung (tergantung nominal belanja). Tadi siy saya dapat voucher make up dari Make Up For Ever dan voucher dari Old Town White Coffee.
- Kalo total belanja tiketmu > 5juta dan kamu punya Garudamiles, mampirlah ke counter Garudamiles untuk mendapatkan lucky draw. Tadi siy saya dapet 2 voucher Celebrity Fitness.
Kalo belum punya Garudamiles, bikin di booth nya Citilink aja. Ada games yang hadiahnya tiket pp! (Saya engga bisa ikut karena sudah punya Garudamiles 😥). Btw, Citilink kasih diskon 10% all routes selama GATF plus kesempatan memutar wheel of fortune.
- Isi survei Garuda di dekat panggung utama dan dapetin goodie bag (isinya majalah, bolpoin, luggage tag).
- Kalo mau, bisa mampir ke booth Nu Oceana deket situ dan dapet minuman gratis sejumlah penumpang di tiketmu.

Kalopun engga beli tiket, masih bisa mampir ke banyak booth disana. Beberapa bakal ngasih goodie bag atau hadiah. Syaratnya palingan cuma install berbagai aplikasi yang ditawarkan. Sempetin foto di booth-nya (ada yang ngasih cetakan fotonya), aplot-aplot, siapa tau menang lomba di sosmed.

Tips: Apa Saja yang Harus Dibawa Saat Travelling

Nite, gaesss...

Bicara tentang tips travelling, pastinya udah banyak banget yang pernah ngebahas, baik di blog maupun di majalah. Hanya saja tips-tips yang pernah saya baca biasanya hanya membahas hal-hal yang bersifat umum, misalnya tentang persiapan itinerary, pemilihan penginapan, anggaran, dan pastinya kewajiban untuk menghormati kebiasaan setempat serta menaati aturan yang berlaku di daerah yang akan kita kunjungi. Karena itu, saya jelas tidak akan menambah kebosanan para traveler pemula yang tiap kali googling tentang tips travelling, yang ditemukan hanya itu-itu saja. Disini saya akan menulis apa aja yang kudu dibawa saat travelling. Mudah-mudahan bermanfaat...

photo taken at Sikunir, Dieng Plateau

Seringkali saat kita sudah berada dalam perjalanan, kita baru menyadari bahwa ada sesuatu yang ketinggalan. Ketika akan mandi, baru ngeh kalo handuk lupa dimasukkan. Saat batere HP habis, baru ingat kalo charger ternyata belum dimasukkan ke dalam tas. Berniat pake powerbank, malah baru nyadar kalo powerbank tersebut belum dicas sebelum berangkat tadi. Hihihi...

Pengumuman Penting

Assalamu'alaikum... 

Hari ini saya mau kasih pengumuman penting buat para pembaca setia. Dalam rangka menuju masa depan yang lebih cerah, saya akan memisahkan postingan tentang traveling dengan postingan personal yang random. Emm, sebagai penulis yang banyak tergantung sama mood, postingan traveling saya juga suka random, siy. Haduhhh, bikin alasan ternyata susah bener yak.

Intinya, berdasarkan saran dari para ahli, saya bermaksud membuat blog yang specialized. Yang satu ini tetep saya pertahankan sebagai blog untuk menulis cerita tentang traveling. Bukan bermaksud sok traveler, karena apalah saya ini dibandingin dengan para pejalan yang di luar sana. Cuma bertujuan supaya pembaca yang kebetulan terdampar disini bisa lebih menikmati cerita petualangan saya. Engga terdistraksi dengan sisi lain saya sebagai seorang model pegawai kantoran yang terjebak di antara keinginan hidup sederhana tapi tidak bisa tidak untuk tergiur dengan aura hedonisme Jakarta :p

Jadi, kisah-kisah lain yang tidak ada sangkut pautnya dengan traveling sudah dipindah ke blog yang baru yaaa :


Kenapa isti-PEDIA? Karena blog tersebut semacam kamus tentang saya. Hahaha... #garing
Tapinya harap maklum kalo rumah sebelah masih dikunci. Namanya juga baru ditempatin, jadinya masih dirapiin dulu, gitu.

So, yang masih pengen ngikutin kisah jalan-jalan saya, monggo stay tune disini! Yang lagi bengong engga tau mau ngapain, monggo mampir ke sebelah ;)

Sekian pengumuman penting hari ini. Terima kasih sudah meluangkan waktu untuk membaca :)

Waalamu'alaikum wr.wb.

Mencari Cermin di Goa Batu Cermin

Sepulang dari Cunca Wulang, rombongan kecil yang terdiri dari saya, Mba Tati, Mad, Mas Gun, dan Gesine menuju Goa Batu Cermin. Letaknya di Desa Wae Sambi hanya berjarak sekitar 4 km dari pusat Labuan Bajo.

Welcome to Batu Cermin

Kami sampai di Goa Batu Cermin ketika waktu sudah menunjukkan pukul 16.30. Kami pun membeli tiket masuk seharga 10 ribu Rupiah per orang (tidak ada perbedaan antara wisatawan domestik dan asing). Selanjutnya ditemani oleh seorang pemandu yang usianya masih sekitar 20 tahun, kami berjalan menyusuri jalan setapak sepanjang 300 meter menuju goa.

Si pemandu meminta ijin untuk memberi penjelasan dalam bahasa Inggris. Langsung kami iyakan, daripada kami harus mengalihbahasakannya lagi untuk Gesine. Tentang penggunaan bahasa ini, saya jadi teringat akan pemandu di Pulau Rinca. Karena orang asing di rombongan kami hanya satu yaitu Gesine, dia tetap menjelaskan segala sesuatunya dalam bahasa Indonesia. Yang ada kami bergantian menjadi penerjemah untuk Gesine.