Container Icon

Cunca Wulang, Air Terjun di Dasar Lembah

Kali ini saya ingin share tentang Cunca Wulang. Masih lanjutan dari Komodo Sailing Trip yang pernah saya tulis 2 bulan lalu. Pukul 10 pagi, saat sebagian besar peserta Komodo Sailing Trip bersiap untuk check out, saya bersama Mba Tati, Mad, Mas Gun dan Gesine memutuskan untuk explore Labuan Bajo, Manggarai Barat. Dengan menyewa mobil, kami menuju Cunca Wulang (artinya : air terjun yang berada di "dasar" lembah). Dalam perjalanan kesana, kami mampir dulu di Restoran Padang untuk membeli bekal makan siang. Maklum, di Cunca Wulang nanti kami tidak akan menemukan warung makan.

Mengingat Gesine yang berasal dari Jerman adalah seorang vegetarian, saya meluangkan waktu untuk menjelaskan terlebih dahulu mengenai menu di Restoran Padang kepadanya. Untunglah dia masih tidak keberatan untuk mengonsumsi telur. Tentang rasa masakan Padang yang tasty, menurut dia tak ada salahnya mencoba :) *at the end, she told me she like it!*

Kami bermobil selama 1,5 jam melewati jalanan berliku. Di tengah jalan, Gesine sempat meminta berhenti untuk membeli pisang susu di tepi jalan. Harganya cuma 7000 Rupiah per sisir. Kami membeli 2 sisir pisang. Setelah mobil tiba di kampung penduduk, ternyata perjalanan masih harus dilanjutkan dengan trekking selama 1 jam menyusuri hutan dengan ditemani seorang pemandu. Si pemandu juga membantu membawakan barang-barang kami. Kerennya, si pemandu ini engga pake alas kaki loh!

si pemandu kami

menyusuri hutan

tak jarang ada batang pohon yang melintang
melewati batang pohon yang melintang

melewati bebatuan

Sebagian besar rute yang kami lewati adalah turunan, tapi tak jarang juga kami melipir di tepian jurang sempit *saya terlalu fokus melipir sampe lupa memotret* plus melompati batu-batu di sungai. Ini beneran lompat lho, cos tidak semua batu besar dihubungkan dengan jembatan kayu. Emm, sebenarnya jembatan kayunya memang cuma ada satu siy :D

Mad, Mba Tati dan pak pemandu

saya, Gesine, dan Mas Gun

Perjalanan ke Cunca Wulang ini bisa dibilang melelahkan. Tapi bicara tentang pemandangan yang kami dapatkan, it's worth the effort. Sepanjang rute yang kami lewati, di bawah kaki kami berserakan dedaunan. Warnanya bukan cuma coklat ato ijo loh. Tapi juga ada merah dan kuning. Udah berasa kayak di Eropa *kayak yang pernah kesana aja*. Eh, tapi pendapatku ini di-iya-in sama Gesine, loh!

look at the colours of those leaves!

Saya sempat memungut beberapa helai daun yang kemudian saya potret saat tiba di penginapan.

warna-warni

Di awal tadi saya menyebutkan bahwa Cunca Wulang memiliki arti air terjun yang berada di "dasar" lembah. untuk menuju kesana ya berarti kudu renang. Mas Gun, Mad, dan Gesine tanpa berpikir panjang langsung berganti baju renang (di balik batu) trus loncat ke sungai di bawah. Loncatnya ya dari tepian tebing yang tingginya sekitar 4 meter itu.

Mad dan Gesine berenang menuju air terjun

Ternyata untuk menuju air terjunnya, ada celah sempit yang harus dilewati. Oya, thx a lot to Mad yang sempat mengambil beberapa gambar di bawah sana.

Gesine menuju air terjun

begini yang terlihat saat melongok ke atas

ini Mad berdiri di tumpukan bebatuan

Gesine and the waterfall

di antara 2 tebing

Saya jelas engga berminat untuk main air, kan saya engga bisa renang. Mba Tati yang sebenarnya bisa renang tapi lagi males basah-basahan pun memilih untuk menemani saya duduk-duduk di tepian tebing sambil menikmati makan siang.

karena makan masakan Padang di restoran Padang
sudah terlalu mainstream

Udara yang sejuk membuat kami betah berlama-lama disana. Semilir angin yang bertiup di antara lembahbahkan sempat meninabobokan saya.

yang ada hanya kesejukan

keep calm and stay sleep :D

Saat kami sedang bersantai, tanpa disangka, hujan mulai turun. Untungnya saat itu Mad, Gesine, dan Mas Gun yang abis berenang langsung makan sudah menyelesaikan makan siangnya. Kami pun bergegas kembali. Untung hujannya hanya rintik-rintik sehingga tidak terlalu menyulitkan perjalanan pulang kami.

Tadi saya menyebutkan bahwa perjalanan ke Cunca Wulang ini melelahkan. Ternyata itu belum apa-apa. Karena perjalanan kembalinya lebih menguras tenaga. Kalo tadi kan kami kebanyakan melewati turunan. Karena kami pulang melewati rute yang sama (tidak ada rute lain), sekarang terpaksa kami harus melewati tanjakan-tanjakan. Setiap 10 menit kami berhenti untuk beristirahat. Alhasil, kalo tadi kami menghabiskan 1 jam untuk berangkat, kali ini kami menghabiskan 1,5 jam untuk pulang.

Yang kami sesalkan dari perjalanan ini adalah kami tidak membawa cukup air minum. Kami pun terpaksa berjalan dengan rasa dahaga menuju kampung penduduk. Ternyata driver kami tadi (namanya Pak Hendrik) sudah memindahkan mobil ke dekat rumahnya. Rupanya dari kampung inilah Pak Jemmy berasal. Kebetulan istrinya membuka toko kelontong. Langsung deh kami memborong Pocari Sweat-nya. Dahaga kami pun seketika lenyap *kok jadi ngiklan*.

Ketika akan melanjutkan perjalanan, kami sempat berfoto bersama Pak Hendrik dan keluarganya.

abaikan kulit kami yang gosong

saya bersama Pak Hendrik dan keluarga

Oya, kalau saja kami tadi berangkat lebih pagi, kami bisa meneruskan perjalanan ke Cunca Rami. Tapi karena sudah kesorean, Cunca Rami terpaksa dilewatkan. Tapi tak apa. Perjalanan pergi - pulang Cunca Wulang yang penuh perjuangan sepertinya membuat kami tak sanggup menempuh perjalanan serupa lagi sore itu. Sepulang dari Cunca Wulang, kami menuju Goa Batu Cermin yang ada di tulisan selanjutnya.

Rincian biaya yang saya keluarkan sebenarnya sudah ada di postingan Komodo Sailing Trip. Tapi engga ada salahnya saya tulis lagi.

Sewa mobil (termasuk driver dan bbm) : 700.000
Makan dan minum (per orang) : 35.000
Tiket Cunca Wulang (per orang) : 10.000
Tip guide Cunca Wulang : 100.000

6 comments :

HM Zwan said...

uwaaa keren banget tempatnya,aku baru denger lo mbak. pingin nyebur jadinya^^

isti thoriqi said...

Kata temen-temen yang nyebur, di bawah emang seger banget, Mak.. Hehe...

usaha tiket pesawat said...

menarik melihat isi cerita nya

isti thoriqi said...

Terima kasih :)

IBU WINDA DI GARUT said...
This comment has been removed by a blog administrator.
Josefine Yaputri said...

Air terjunnya cantik dan jernih sekali! Keren!

Josefine Yaputri
Content Writer & Editor
PT. Grivy Dotcom
P: +62(0)21 2960 8168
Office 8 Tower, Floor 18A
Jl. Jend Sudirman Kav. 52-53
Jakarta Selatan, 12190, Indonesia

Post a Comment