Container Icon

Live On Board - Cerita Saya Selama Tinggal di Kapal

Ini postingan kedua saya tentang exploring Flores. Postingan pertama yaitu tentang Komodo Sailing Trip bisa ditengok disini. Sebelum melanjutkan cerita tentang spot-spot seru yang saya datangi, saya pengen cerita tentang suka duka tinggal di kapal. Seperti sudah saya ceritakan sebelumnya, hampir separo liburan saya habiskan dengan sailing trip. Bersama 15 teman dan 5 orang ABK, kita menghabiskan 4 hari 3 malam di sebuah kapal. Sebuah home stay di Senggigi menjadi titik awal keberangkatan. Btw, home stay-nya lumayan lho, deket ama pantai. Jadi pagi-pagi sebelum sarapan, saya sempat melipir buat narsis di Pantai Senggigi bentar :p

Senggigi, tinggal jalan kaki 5 menit dari home stay

Dari home stay, kami naik bis ke pelabuhan Kayangan.

welfie itu wajib!

Komodo Sailing Trip - Latar Belakang, Itinerary, dan Budget

"Kamu yakin mau ngabisin cutimu tahun ini?" Bapak Kasi, atasan saya di kantor meminta penegasan setelah sekilas membaca berkas permohonan cuti saya yang mencantumkan kata-kata "mengajukan cuti selama 5 hari".
"Yakin Pak. Kalopun saya mendadak harus cuti lagi, saya terpaksa ijin ya, Pak, potong gaji."
"Hmm, oke," sahut Bapak Kasi sambil meneruskan membaca berkas di tangannya.

"Hah? Kamu mau ke NTT? Ngapain?" Rupanya beliau sampai pada bagian dimana saya menuliskan alamat saya selama mengambil cuti. Tentang pertanyaan "ngapain" ini entah sudah berapa orang yang menanyakan. NTT masih dipandang sebagai suatu destinasi yang sangat tidak biasa untuk sebuah acara bertajuk liburan.
"Ya ngapain lagi selain liburan, Pak," saya pun menjawab apa adanya.

Saat berkas saya yang sudah diberi persetujuan oleh Bapak Kasi sampai di tangan Ibu Bos, ada bonus pertanyaan tambahan, mau kemana saja selama di NTT. Plus pertanyaan "sama suami?".
Jawaban saya kurang lebih seperti ini:
"Saya mau berlayar, Bu, dari Lombok sampai Labuan Bajo. Kali ini engga bareng suami, karena dia mabuk laut."

menyongsong pagi dari atas kapal

Dan demikianlah liburan panjang saya berlangsung selama 9 hari. Dimulai dari Jumat sore 17 Oktober saat pesawat saya bertolak ke Lombok dan berakhir pada 27 Oktober saat saya kembali ke Jakarta.