Container Icon

Mencicipi Gelato di Laboratorium Kimia Milik Ron

Menaiki eskalator ke lantai 5 Grand Indonesia, mata saya langsung tertuju pada sebuah gerai yang terlihat unik. Di sebelah kiri tampak seperti gerai biasa dengan deretan kursi yang cukup untuk menampung sekitar 40 orang pengunjung. Namun ketika pandangan beralih ke sebelah kanan, tampaklah beberapa orang dengan jas laboratorium berwarna putih yang terlihat sibuk dengan tabung-tabung reaksinya di balik kaca. Sesekali asap mengepul dari peralatan di depan mereka. RON'S LABORATORY. Demikian nama yang tertera di depan tenant. Waww, bagaimana bisa ada laboratorium kimia di dalam mall? Rasa penasaran pun menarik saya untuk mendekat.

sebuah gerai yang unik

Ternyata laboratorium satu ini bukanlah laboratorium biasa. Ia menyajikan gelato bagi para pengunjungnya. Sebelum saya bercerita lebih lanjut tentang laboratorium unik ini, saya akan sedikit menjelaskan apa itu gelato. Banyak orang mengira bahwa gelato itu sama dengan es krim. Padahal dari teksturnya saja sudah berbeda. Gelato lebih lembut dan tidak terasa tajam di lidah. Hal ini dikarenakan suhu dalam masa pendinginannya tidak serendah es krim, rata-rata hanya berkisar 10 - 15 derajat celcius saja. Bandingkan dengan es krim yang proses pendinginannya membutuhkan suhu sekitar 18 - 20 derajat celcius. Ini yang menyebabkan es krim lebih cepat mencair daripada gelato. Kandungan lemak pada gelato juga lebih sedikit dibanding es krim, yaitu sekitar 5-7%, sedangkan es krim lebih dari 10%.

Kembali ke laboratoriumnya Ron (diambil dari nama owner-nya yaitu Ronald Prasanto), gelato disini pun bukanlah gelato biasa. Gelato di Ron's Laboratory dibuat dengan menggunakan teknik Molecular Gastronomy yaitu penggabungan teknik memasak dengan sains (ilmu kimia-fisika) yaitu dengan memanfaatkan nitrogen cair (liquid nitrogen). Oya, karena bertema laboratorium, para pegawai disini pun disebut scientist. FYI, mereka semua masih muda loh ;)

"Please do not feed the scientist" ;)

Karena ini merupakan kunjungan saya untuk pertama kalinya ke Ron's Laboratory, saya pun meminta scientist di balik kasir untuk menjelaskan komposisi dari berbagai menu yang terpampang di dinding samping kasir.

menu di Ron's Laboratory

Mas-mas yang mirip dengan Ananda Mikola itu pun dengan ramah memberi tahu beberapa menu andalan disini, seperti Red Velvet yaitu gelato coklat dengan topping krim keju dan The Breakfast yaitu plain gelato dengan nutella dan corn flakes. Selain 2 menu tadi, masih ada menu lain yang unik berjudul Choco Windproof yaitu gelato yang dikombinasikan dengan Tolak Angin dan coklat Lindt's. Entah seperti apa rasanya.

Setelah beberapa saat menimbang-nimbang, saya memutuskan untuk memesan menu "IMissU" (dibaca I miss you), yaitu gelato rasa kopi yang dikombinasi dengan keju mascarpone (sehingga menghasilkan tiramisu) dan disajikan bersama biskuit lady finger dan bubuk coklat. Untuk menambah kompleksitas rasanya, saya meminta tambahan injection coklat. Injection disini adalah semacam topping tambahan yang memang disajikan dalam sebuah alat suntik. Tanpa jarum tentunya.

Setelah membayar, aku sempat memperhatikan scientist yang langsung menyiapkan pesananku. Gelato yang disajikan disini memang fresh, made by order. Saya melihat mba-mba scientist di balik kaca berkutat dengan mixer, tabung reaksi dan labu erlenmeyer.

para "scientist" mengolah gelato di balik kaca

Untuk pembuatan gelato sendiri dimulai dengan mencampurkan bahan es krim dengan nitrogen cair kemudian di-mixer bersamaan dengan kecepatan tinggi yang mana akan membekukan cairan tersebut menjadi gelato dalam seketika. Puas menyaksikan "eksperimen kimia", saya beringsut ke kursi yang terletak di pojok. Kebetulan disitu ada colokan. Lumayan bisa menumpang ngecas HP.
 
pojok bangettt


Dari pojokan situ saya bisa menikmati suasana gerai yang hangat dan penuh dengan pernak-pernik unik.

engga ada dinding yang kosong

berbagai pajangan

sambil nunggu bisa baca majalah

Tak berapa lama, pesanan saya pun datang.

gelato "IMissU"

Tak sabar saya pun langsung mencobanya. Sebelum menyendokkan gelato ke dalam mulut, saya menyuntikkan cairan coklat dari injection-nya. 

tambahan topping coklat dari injection

injection yang udah kosong

Menurut saya, IMissU ini rasanya enak pake banget. Perpaduan manis dan pahit dalam tiramisunya pas. Tambahan topping coklat dari injection juga tidak mengacaukan rasanya. Ditambah dua lady finger dengan taburan gula yang gurih dan mascarpone cheese yang tidak terlalu berasa keju makin menambah sensasi dalam menikmati gelato ini.

Setelah mencicipi langsung gelato di Ron's Laboratory, saya jadi ngeh kalo rasa gelato ini memang berbeda dengan es krim biasa. Selain teksturnya lebih lembut dan mulus, rasa dinginnya pun tidak menggigit lidah. Bahkan selesai dimakan pun, tenggorokan tidak terasa serak.

Sembari menikmati gelato, saya melayangkan pandang ke sekeliling gerai. Para pengunjung Ron's Laboratory sore ini sungguh bervariasi. Saya yang single fighter dan duduk sendiri di pojokan, kemudian 2 cewe yang nampaknya sepasang kakak dan adik yang menikmati 1 cup gelato untuk berdua.

yang satu makan, yang satu nge-gadget

Di depan saya sendiri, ada 3 bapak-bapak. Kemudian di ujung gerai, ada sekumpulan perempuan yang sedang memperhatikan para scientist. Tak lama, mereka terlihat mengantri di depan kasir.

tiga bapak dan juga sekumpulan perempuan di ujung sana


Kembali ke tiga orang bapak yang duduk di bangku depan saya. Awalnya tampak aneh melihat mereka hangout bareng dengan ditemani gelato. Namun beberapa saat kemudian ada rombongan ibu dan anak yang datang dan bergabung dengan mereka. Oh, sepertinya mereka adalah keluarga besar. Sembari menunggu para ibu dan anak belanja, para bapak mencari tempat dulu di gerai ini.

Seorang mas-mas scientist tampak mendekati rombongan keluarga besar yang sedang bercanda ria itu. Ia membawa semacam teko aluminium yang terus menerus mengepulkan asap, saringan dan sebuah wadah mungil. Ia pun meletakkan semuanya di meja. Saya memperhatikan bahwa mas-mas scientist itu mengambil pop corn dengan saringan dari dalam teko kemudian menempatkannya di wadah mungil.

mas scientist meramu popcorn

popcorn nitrogen

Mas scientist tadi mempersilakan pengunjung untuk mencoba pop corn yang dibuat dengan nitrogen cair itu. Tampak mulut para pengunjung berasap sesaat setelah memasukkan pop corn tersebut ke dalam mulut. Lucuuu...

Saya pun tidak ketinggalan mendapat giliran untuk mencoba pop corn yang dinamai dragon breath (napas naga kalo diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia)  tersebut. Rasanya dingin! Yang paling ditunggu pastinya adalah kepulan asap yang keluar dari mulut ketika saya mengunyah popcorn tersebut. Si mas scientist bahkan menawarkan bantuan untuk memotret saya ketika mulut saya mengeluarkan asap.

berasap

Proses pembuatan popcorn dan juga mulut saya yang jadi berasap sempat saya video-in trus saya upload ke instagram :D

Tanpa disangka, salah satu dari 3 bapak yang tadi saya ceritakan di atas menawarkan bantuan untuk mengambilkan gambar untuk saya. Ada 2 kemungkinan alasan mengapa Si Bapak tiba-tiba berbaik hati. Pertama, karena beliau kasihan melihat saya kerepotan karena harus mencicipi popcorn sambil memegang hp untuk mengabadikan momen ini. Kedua, karena beliau tidak sabar melihat saya kelamaan makan popcorn-nya padahal anak-anaknya udah ngebet pengen makan popcorn nitrogen lagi.

si mas scientist menuangkan segenggam popcorn

Sayangnya Si Bapak baik hati tidak berhasil menangkap momen asapnya. Tapi engga apa-apa. Makasih banyak ya, Pak... Hehehe...

Oya, tentang penggunaan nitrogen dalam proses pembuatan gelato dan popcorn, mungkin ada pengunjung yang meragukan keamanannya. Untuk itu, pemilik gerai memajang informasi tentang nitrogen cair untuk meyakinkan pengunjung bahwa zat kimia ini non toxic alias tidak beracun, sehingga tidak berbahaya bagi tubuh kita.

info tentang Nitrogen cair

Penasaran kan, pengen mencoba langsung gelato dan popcorn yang diproses dengan Nitrogen ini? Silakan aja datang ke Ron's Laboratory di Level 5 Grand Indonesia. Untuk harga yang harus kita bayar untuk menikmati jajanan ini memang lumayan. Seperti menu yang saya pilih tadi. Harga gelatonya sendiri 60 ribu, sedangkan injection-nya seharga 8 ribu. Tapi worth it lah... Must try!

6 comments :

covalimawati said...

iih lucu amat ya.. brasa kek lg praktikum kimia.. hihii
jd pengen nyobain :D

Bibi Titi Teliti said...

Whoaaaaa...
menggiurkan sekali itu poto eskrim yang dibawah Istiiiii :)

tapi...tapi...itu kenapa harganya 60 rebu siiiih...
berarti jangan bawa Kayla & Fathir kesonoooh...kecuali tante Isti mau nraktir....bhuahahaha...
*emak2 medit*

sabina said...

bisa dicoba nih...seperti ke dokter setting-nya he he

isti thoriqi said...

@Mak Cova : Setting tempatnya emang unik, Mak... Tapi gelatonya juga yummy kok ;)
@Bibi Titi Teliti : Saya juga masih mikir siy, Bi, buat kesana lagi. Mikir duitnya... wkwk... Niy malah nunggu ditraktir Bibi, sapa tau minta ditemenin kesana buat moto-motoin biar hasilnya bagus #eh #trusdilemparkulkasamaBibi
@Sabina : Bisa banget... Cocok buat nongkrong bareng ;)

obatherbalku24 said...

hahaha resto nya konsepnya dokter gitu yaa kereen

isti thoriqi said...

Hehe, iya, emang keren dan unik kok :)

Post a Comment