Container Icon

Mencicipi Gelato di Laboratorium Kimia Milik Ron

Menaiki eskalator ke lantai 5 Grand Indonesia, mata saya langsung tertuju pada sebuah gerai yang terlihat unik. Di sebelah kiri tampak seperti gerai biasa dengan deretan kursi yang cukup untuk menampung sekitar 40 orang pengunjung. Namun ketika pandangan beralih ke sebelah kanan, tampaklah beberapa orang dengan jas laboratorium berwarna putih yang terlihat sibuk dengan tabung-tabung reaksinya di balik kaca. Sesekali asap mengepul dari peralatan di depan mereka. RON'S LABORATORY. Demikian nama yang tertera di depan tenant. Waww, bagaimana bisa ada laboratorium kimia di dalam mall? Rasa penasaran pun menarik saya untuk mendekat.

sebuah gerai yang unik

Ternyata laboratorium satu ini bukanlah laboratorium biasa. Ia menyajikan gelato bagi para pengunjungnya. Sebelum saya bercerita lebih lanjut tentang laboratorium unik ini, saya akan sedikit menjelaskan apa itu gelato. Banyak orang mengira bahwa gelato itu sama dengan es krim. Padahal dari teksturnya saja sudah berbeda. Gelato lebih lembut dan tidak terasa tajam di lidah. Hal ini dikarenakan suhu dalam masa pendinginannya tidak serendah es krim, rata-rata hanya berkisar 10 - 15 derajat celcius saja. Bandingkan dengan es krim yang proses pendinginannya membutuhkan suhu sekitar 18 - 20 derajat celcius. Ini yang menyebabkan es krim lebih cepat mencair daripada gelato. Kandungan lemak pada gelato juga lebih sedikit dibanding es krim, yaitu sekitar 5-7%, sedangkan es krim lebih dari 10%.