Container Icon

Kecanduan Air Asia

Beberapa hari terakhir ini, kalau sedang buka HP atau laptop atau PC, bawaan saya gatel pengen buka web Air Asia mulu. Gara-garanya Air Asia engga brenti-brenti bikin promo. Mulai dari promo penukaran Big Point, yaitu mulai dari 0 poin udah bisa dituker ama penerbangan! Besoknya ganti sale besar-besaran, terbang mulai 0 Rupiah alias kursi gratis. Siapa yang engga ngiler, coba? Kalo engga ingat masih berstatus pegawai, kerjaan saya sepanjang hari bakal melototin web Air Asia doang. Hahaha...

melototin ini sambil ngences-ngences
(gambar dari web Air Asia)

Air Asia berhasil membuat saya kecanduan! Saya jadi ingat sebuah quote dari Michael Palin.

"Once the travel bug bites there is no known antidote, and I know that I shall be happily infected until the end of my life."
Sepertinya saya telah terkena gigitan travel bug alias kutu perjalanan yang bikin saya terinfeksi seumur hidup tanpa ada obat penawarnya. Sebuah infeksi yang menjadikan saya travelholic yang selalu berbahagia ^^

Eh, ngomongin Michael Palin, mungkin ada yang belum tahu dia itu siapa. Hmm, pernahkah kalian membaca "Around the World in 80 Days"? Novel ini termasuk salah satu bacaan yang menemani masa kecil saya. Yang saya baca jelas versi terjemahannya. Membaca novel ini menerbangkan angan-angan saya untuk bisa berkeliling dunia.

Sedikit informasi, novel karangan Jules Verne ini pernah dibikin serial televisinya oleh BBC pada tahun 1989, dimana karakter Phileas Fogg diperankan oleh Michael Palin, seorang komedian dan aktor pada jamannya. Ia ditantang untuk melakukan perjalanan keliling dunia selama 80 hari, dengan rute yang nyaris sama dengan rute yang ditempuh Phileas Fogg. Palin dan krunya juga tidak diperkenankan menggunakan pesawat, agar sesuai dengan situasi ketika novel ini ditulis. Alasan lain adalah karena penggunaan pesawat sebagai alat transportasi menjadikan tantangan ini terlalu mudah untuk dilakukan. Sepulang dari menyelesaikan misinya, Palin menuliskan pengalamannya.

Novel "Around the World in 80 Days" ini "meracuni" pikiran saya, sehingga jadi punya angan untuk keliling dunia. Walaupun bukan dalam 80 hari seperti Phileas Fogg. Hehehe... Kalau pada jamannya Jules Verne belum ada yang namanya pesawat, pada saat saya kecil dulu, naik pesawat pun masih mustahil rasanya. Apalagi untuk rute keluar negeri. Bukan karena belum ada, tapi karena harga yang tidak bisa dibilang murah. Sampai kemudian ada Air Asia Indonesia yang menawarkan penerbangan murah keluar negeri.

Belum ada kesempatan yang tepat yang bisa mewujudkan impian saya keluar negeri hingga pada suatu hari datanglah undangan ini...

undangan yang mengubah sejarah

Undangan untuk menghadiri wisuda kelulusan Olik, adik kandung saya, diterima oleh Ayah dan Mama. Beliau berdua meminta saya untuk turut menghadirinya. Oh, iya, kalau-kalau ada yang memperhatikan bahwa pada undangannya tertulis "Admits ONE only", pada saat itu kebetulan adik saya mendapat beberapa jatah undangan.

1. Singapura

Pada hari Minggu, tanggal 8 Juli 2012 dilaksanakan prosesi wisuda Olik yang lulus setelah menempuh studinya di National University of Singapore. Air Asia-lah yang saya pilih untuk membawa saya kesana.

ini tiket atas nama saya aja, karena ortu berangkat dari Surabaya

Betapa harunya kami sekeluarga bisa berkumpul di Singapura dan menyaksikan keberhasilan si bungsu dalam keluarga yang sukses menyelesaikan studinya.

we're proud of you, my dear brother :)

Kami semua hepi, akhirnya bisa menginjakkan kaki di negara tetangga! Maklum, engga cuma saya yang baru pertama kali itu keluar negeri, ortu saya juga :D

finally...

Saya bahkan sempat mejeng di depan spot foto sejuta umat nomor 2 yang lagi liburan di Singapura. Kenapa nomor 2, karena kayanya foto sejuta umat nomor 1 adalah di depan Merlion :p

foto sejuta umat #2

2. Malaysia

Masih dalam rangkaian perjalanan ke Singapura, selepas wisuda, saya menemani Mama menengok Menara Petronas di Kuala Lumpur. Perjalanan Singapura-Kuala Lumpur ini engga pake naik pesawat, tapi cukup dengan naik bis malem. Hehehe...

bersama Mama di depan Petronas

Nampaknya dalam perjalanan perdana ke negara-negara tetangga bersama Air Asia inilah, saya terkena gigitan kutu perjalanan. Sehingga tahun depannya saya keluar negeri lagi.

3. Kamboja

Edisi kali ini saya bersama Mba Via, sahabat saya, mengunjungi salah satu situs warisan dunia yaitu Angkor Wat di Siem Reap, Kamboja

di depan Ta Prohm Temple

Untuk bisa sampai ke Kamboja ini, kami menumpang Air Asia dari Indonesia ke Kuala Lumpur. Baru kemudian disambung dengan maskapai Air Asia lain yang membawa kami ke Siem Reap.

jadwal penerbangan ke Siem Reap,
di antara jadwal Jakarta-Ujungpandang untuk bertemu suami

4. Vietnam

Seperti halnya perjalanan ke Singapura yang berlanjut ke Malaysia, perjalanan ke Kamboja ini pun masih ada terusannya, yaitu ke Vietnam. Disini kami juga ber-bis ria, meskipun jarak tempuhnya lumayan jauh. Diwarnai cerita menegangkan nyaris ketinggalan bis, akhirnya kami sampai juga di Ho Chi Minh City setelah menempuh perjalanan lebih dari 12 jam.

Disini kami berkunjung ke beberapa tempat bersejarah, mulai dari Katedral Notre Dame (Nha Tho Duc Ba) yang merupakan salah satu gereja Katolik tertua dan terbesar di Vietnam, sampai menelusuri terowongan tempat tentara Vietnam bertahan dari serangan musuh di distrik Cu Chi, 60 km arah utara atau sekitar 1,5 jam perjalanan dari Ho Chi Minh City.

di depan Katedral Notre Dame

memasuki Cu Chi Tunnel

Dari beberapa perjalanan keluar negeri yang saya lakukan dengan Air Asia tadi, hidup saya pun ikut berubah. Saya jadi percaya bahwa kita bisa mewujudkan angan dan mimpi kita. Seperti mimpi saya keliling dunia tadi. Meskipun baru sebatas negara-negara tetangga dan bahkan belum semuanya, tapi saya yakin bahwa Air Asia bisa mewujudkan mimpi-mimpi lain yang lebih besar.

Kembali ke promo kursi gratis dari Air Asia, saya udah nyimpen tiket untuk tahun depan, niy. Tanggalnya sengaja saya tutup. Kuatir ada paparazzi yang ngikutin :p *obsesi seleb*.

Brunei, tunggu saya yaaa...

Tiba-tiba saya teringat lagu Stuck On You dari Meiko yang sering mengiringi penumpang Air Asia menjelang landing di bandara.

I feel so happy, I'm stuck on you
'Cause you are the one I could see having fun with
Not just for the night, but for the rest of my life
You are the one I could never be done with
I want you tonight and for the rest of my life...

Air Asia, I'm stuck on you...

7 comments :

HM Zwan said...

wah,seru ya..saya belum pernah naik AA mbk..sukses buat kontesnya :)

Bibi Titi Teliti said...

Iiiih, dikau mah jalan jalan teruuuuus...bikin sirik ajaaah...hihihi...
Aku belum pernah pake Air Asia niiih :(

Untuk konteskah Isti?
Mudah2an sukses ngontesnya yaaaah :)

isti thoriqi said...

@Mak Hana : Hihi, kebetulan AA yang paling sering kasih promo, jadi saya paling sering emang naik AA mak :D
@Bibi Erry : Iya, Bi, untuk kontes. Niy lagi proses penilaian. Makasiy doanya, ya, Bi...

Anonymous said...

Asiknya iso ukalm ukalm

isti thoriqi said...

Hehe... Alhamdulillah...

anastasia octora said...

Kebetulan saya jg salah 1 penumpang tetap nya AA nih setelah kecewa dgn maskapai2 yg lainnya . Akhirnya kemana2 pasti mau nya naik AA . Tp blm pernah dpt kursi gratis. Huhuu..

Bnr2 semuanya free atau ada biaya2 tambahan ya kl kaya gini?

isti thoriqi said...

Mungkin Mba Anastasia sama kayak aku ya, suka naik AA karena on schedule, Mba.
Aku sendiri belum pernah dapet yang kursi gratis kok, Mba :D Sebenarnya kursi gratis itu engga bener2 free, Mba, karena yang 0 Rupiah itu cuma harga dasarnya. Kayak kalo Mba buka web-nya, yang pertama ditampilkan adalah harga dasar, belum termasuk bagasi, misalnya :)

Post a Comment