Container Icon

Mengintip Kamar di Ora Beach Resort

Kalo di postingan sebelumnya saya sudah bercerita tentang keindahan Pantai Ora dan sekitarnya, di tulisan ini saya khusus akan membahas mengenai Ora Resort, hotel tempat kami menginap yang terletak di tepian Pantai Ora, Maluku Tengah.


finally here

Ora Resort memiliki 3 macam kamar yaitu kamar laut, kamar gantung, dan kamar darat. Kami menempati kamar laut terbesar disana, yaitu sebuah cottage berisikan 3 kamar. Dua kamar dengan double bed dan satu kamar dengan twin bed.

Ora Beach, Serpihan Surga yang Jatuh ke Bumi

Sepertinya postingan tentang Pantai Ora yang lebih sering disebut Ora Beach ini *oke, sama aja artinya* udah ditunggu oleh banyak penggemar saya *trus ditabok berjamaah*. Setelah sebelumnya explore Ambon dan Desa Saleman, agenda kami di hari ketiga adalah menuju Ora Beach yang disebut-sebut sebagai Maldives-nya Indonesia. Ora Beach ini terletak di Teluk Sawai, sisi utara Pulau Seram, Maluku Tengah. Just info, hanya dengan lanjut naik speed boat sekitar 3 jam lagi ke arah utara, kita bakal nyampe ke Misool yang merupakan bagian dari Raja Ampat, Papua Barat.

Ora Resort

Setelah sarapan bersama dengan menu nasi goreng telur mata sapi, kami berdelapan beserta Pak Marwan berangkat dengan berjalan kaki menuju dermaga. Berpapasan dengan anak-anak Desa Saleman yang berangkat ke sekolah dan juga sekumpulan binatang ternak.


keceriaan pagi

Desa Saleman, Sebuah Negeri Dongeng

Setelah sebelumnya mencicipi kuliner kota Ambon, agenda kami hari itu adalah menuju Desa Saleman yang terletak di Pulau Seram, Maluku Tengah. Kami berangkat menuju Pelabuhan Tulehu setelah sebelumnya menikmati sarapan berupa nasi kelapa yaitu nasi uduk khas Ambon.

nasi kelapa

Nasi uduk khas Ambon ini sedikit mengingatkanku pada sego megono khas Pekalongan. Rasa nasinya memang berbeda, secara nasi uduk ini rasanya gurih sedangkan sego megono menggunakan nasi biasa. Yang bikin mirip adalah keberadaan parutan kelapanya. Untuk nasinya sendiri, nasi kelapa ini dimasak dengan santan kelapa dengan tambahan bumbu rempah seperti sereh dan jeruk lemon cina. Di dalam nasi kelapa ini terdapat potongan ikan asar, yaitu ikan tongkol yang sudah melalui proses pengasapan sehingga rasanya gurih dan lebih kering.

Sampai di Pelabuhan Tulehu, kami disambut oleh pemandangan anak-anak yang bermain di tepi pelabuhan.

berulang-ulang, mereka meloncat ramai-ramai ke air

Ambon - Say Hi to Miss Blue Starfish and Mr. Giant Eel

Aku baru sedang akan membayar beberapa barang di kasir Alfamart ketika sebuah panggilan dari nomor lokal masuk ke HP. Ternyata dari "Taxiku" yang menginformasikan bahwa sopir yang akan mengantarku ke bandara sudah mengarah ke rumah *maksudnya kontrakan*. Segera kubayar belanjaanku yang tidak terlalu banyak malam itu sebelum kemudian terburu-buru kembali pulang. 

Aku masih sempat mampir ke sebuah toko alat elektronik untuk membeli kabel olor mungil untuk kubawa travelling. Melewati warung ayam penyet langganan, aku teringat bahwa tadi aku sempat memesan seporsi nasi dengan ayam beserta jus mangga. Pesananku ternyata sudah 90% siap. Sambil memohon maaf, aku meminta Si Bapak untuk membungkusnya saja. Sembari Si Bapak menata nasi, ayam, dan sambal di wadah styrofoam, aku menghabiskan jus mangga yang sudah tersaji dalam gelas.

Tak jauh dari warung, sebuah taksi berwarna kuning terlihat sudah menanti di depan pagar. Waktu masih menunjukkan pukul 21.40.