Container Icon

Pengalaman Naik Sleeper Train dari Bangkok ke Penang

Adakah yang pernah mencoba naik sleeper train alias kereta bertempat tidur? Maksudku, kursi keretanya bisa disulap menjadi tempat untuk tidur. Aku bersama 4 teman seperjalananku pernah menumpang kereta ini dalam perjalanan dari Bangkok ke Penang bulan Juni tahun 2013 kemarin. Sebuah pengalaman yang unik karena baru pertama kalinya bagi kami berlima. Kami disini yaitu aku, Galuh, Novie, Winciii, dan Rini. Kami berangkat dari Stasiun Hua Lampong, Bangkok jam 14.45 menuju Butterworth, Penang, tiketnya 1120 Baht untuk upper atau tempat tidur atas, dan 1210 Baht untuk lower atau tempat tidur bawah. Ini harga setahun yang lalu, loh, ya. Di stasiun, kami poto-poto dulu, hehe...

dengan bawaan yang segambreng

yang di sebelah kiri itu kereta kami

Masuk kereta, poto-poto lagi :D

Wincii, Novie, en Rini

aku en Galuh

Dari awal kami masuk kereta, sudah ada petugas restorasi yang mondar-mandir menawarkan makanan. Kami memesan 1 paket seafood untuk 3 orang seharga 490 Baht. Ceritanya ngirit, gitu. Kami merencanakan untuk makan malam jam 8, tapi jam 7 petugas udah ngeyel buat natain meja sebagai tempat menyajikan makanan. Ya udah, kami pasrah aja. Ternyata keputusan kami memesan menu bertiga untuk dimakan berlima adalah tepat. Karena porsinya yang gede lebih dari cukup untuk mengisi perut kami malam itu.

Tepat saat kami selesai makan, petugas kereta mulai menata tempat tidur. Kami amazed gitu saat memperhatikan petugas kereta menyulap bangku menjadi tempat tidur. Kami pake acara heboh foto-fotoan segala. Eh, tapi ternyata engga cuma kami yang "udik", bule di belakang kami juga heboh foto-fotoan. Akhirnya kami dan bule itu malah jadi bergantian untuk saling memotret.
bersama petugas kereta
yang di atas kami itu tempat tidurku

Menjelang tidur, kami sholat dulu. Sebelumnya mengambil wudhu di toilet dekat pintu gerbong. Tersedia 2 toilet untuk masing-masing gerbong. 1 toilet bahkan dilengkapi shower untuk mandi serta cermin besar. Tisu juga selalu tersedia. Di dekat 2 toilet tadi terdapat 2 wastafel dan cermin. Lumayan nyaman untuk ukuran toilet di kereta (maklum, yang jadi perbandingan cuma toilet kereta di Indonesia :p)

Menjelang malam, saat kami masih berdiskusi untuk menentukan kamar di hostel mana yang akan kita sewa untuk menaruh barang-barang selagi menikmati Penang, si petugas restorasi yang tadi datang lagi, menawarkan roti bakar. Karena sebelum berangkat tadi kami sudah membeli sekantong snack di stasiun, kami menolak tawarannya dengan halus.

Tidur di kereta dengan posisi berbaring dengan tempat tidur bersprei dan dilengkapi selimut serta kelambu ternyata nyaman juga. Oke, mungkin agak kurang nyaman untuk bule yang tinggi-tinggi itu karena masih harus melipat kaki. Tapi bagi aku dan temen-temen, engga ada masalah.

met bobo...

Keesokan paginya terjadi sedikit keanehan. Berhenti di stasiun Hat Yai, ternyata ada puluhan penumpang baru yang masuk. Rini yang setelah bangun langsung bergabung dengan aku, Galuh, Novie, dan Wincii yang duduk berdekatan mendapati kalo bangkunya sekarang ditempatin orang lain. Setelah saling mengecek tiket, ternyata pada kolom car dan seat pada tiket rombongan baru itu kosong. Hmm, kalo kayak gini, mendingan kereta ekonomi di Indonesia, dunk. Semua orang pasti dapet tempat duduk (KRL engga masuk itungan yak :p).

Sekitar jam 8 kereta berhenti di imigrasi Malaysia. Ada kejadian lucu disini. Saat kami semua udah kembali ke kereta, kami membahas kenapa di paspor Novie diberi stiker, sedangkan yang lain cuma distempel aja. Ternyata itu karena aku, Galuh, en Wincii udah pernah ke Malaysia sebelumnya. Menyimak diskusi kita, Rini ngerasa bingung cos dia bilang engga dapet stempel atopun stiker. Lha, ternyata dia memang belum ke petugas imigrasi!

Jadi begini, berdasar pengalamanku sebelumnya, saat kita melintasi perbatasan melalui jalan darat, petugas imigrasi 2 negara berada di gedung yang berbeda dan berjarak lumayan jauh. Sehingga kita harus 2 kali turun dari kendaraan sambil membawa semua barang kita. Di perbatasan Thailand-Malaysia tadi, kebetulan imigrasi kedua negara berada di gedung yang sama. Keluar dari imigrasi Thailand, kita langsung diarahkan menuju imigrasi Malaysia.

Nah, dalam kasus Rini tadi, kebetulan orang di antrian depannya mendapat suatu masalah sehingga terhambat dalam meneruskan perjalanan sesuai alur, yaitu menuju antrian imigrasi Malaysia. Rini mengikuti jejak orang tadi, sehingga setelah mendapat cap sebagai pertanda telah meninggalkan Thailand, Rini langsung kembali ke kereta. Untungnya kereta belum berangkat, sehingga dengan bergegas ia kembali turun dari kereta dan menuju imigrasi Malaysia. Hufft, nyaris saja. Kalo saja dia engga nyadar, bisa jadi kita akan terhambat di imigrasi bandara saat akan kembali ke Indonesia >.<

Sesampai di Stasiun Butterworth, kami melanjutkan perjalanan dengan feri menuju Georgetown, ibukota Penang. Lah, kok bisa gitu? Jadi begini, Negara bagian Pulau Penang memang terbagi dua, yakni pulaunya itu sendiri dan sebagian semenanjung Malaysia. Nah, Butterworth terletak di semenanjung Malaysia-nya itu. Untuk bisa menumpang di feri tersebut, kami cukup membayar RM 1,2 per orang.

menyeberang ke Georgetown

bawaan segambrengnya tetep keliatan >.<

Tak disangka, di tengah perjalanan menyeberangi lautan, turun hujan lebat. Kami pun sibuk menyelamatkan bawaan dan mencari tempat berlindung. Maklum, feri yang kami naiki ini terbuka di sisi-sisinya. Yang ada kami meringkuk di lantai dekat kursi. Di dekat kami, duduk pasangan bule dan Asia yang tertawa melihat kehebohan kami berlima. Akhirnya kami malah mengobrol dengan orang bule dan istrinya yang berkebangsaan Filipina itu. Lucunya, mereka bercerita kalo putri mereka adalah penggemar salah satu aktor sinetron di Indonesia (aku lupa namanya). Wah, kalo aku, malah nge-fans ama  Christian Bautista. Hehehe...

Perjalanan naik feri hanya sekitar 15 menit aja, lalu sampailah kami di Penang :)

Tulisan terkait :
Thailand, Here We Come

16 comments :

Efi Fitriyyah said...

Aku jua ngefans sama Christian Bautista hehehe...
Duh, kalo di Indonesia ada layanan kereta kayak gini asik, ya. Tapi giliran seatnya diambil orang itu, ngeselin banget.

Shintaries said...

bawaannya beneran segambreng mak qiqiqi
itu belum termasuk oleh-oleh kan :-P

isti thoriqi said...

@Mak Efi : Lah, malah Christian Bautista yang dibahas :p Iya, masalah ambil-ambilan seat itu geje banget. Sebenarnya kasian juga ama yang engga dapet seat gitu...
@Mak Shinta : hihihi...banget, mak...itu udah oleh-oleh dari Thailand, tapi dari Penangnya belum, mak :p

Galuh Narulita said...

si emak2 filipin itu ngefans ama uya kuya plus anaknya mbak si cinta itu lo gara2 mereka pernah dateng ke filipin

eniwei gendut buanget aku T_T

Keke Naima said...

disana jual tiket tanpa tempat duduk juga ternyata :D

isti thoriqi said...

Iya Mak Myra, kaget juga, secara disini udah engga yang kayak gitu kecuali KRL :D

isti thoriqi said...

@Galuh : kenapa aku engga ngeh kalo ada komenmu yak -_-" Ooo, mereka itu ngefans ama Uya Kuya en Cinta tho, kirain artis sinetron apaaa, gitu, hehe...

EMF said...

Halo, mau minta info mengenai proses pembelian tiket sleeper train nya dunk.. waktu Mbak pergi tahun lalu itu, beli tiketnya langsung atau harus booking dulu sebelumnya? Lalu, beli nya di stasiun atau via travel agent disana?
Saya rencana melakukan perjalanan dari Bangkok ke Penang via sleeper train ini awal Juli nanti dan berharap tidak kehabisan tiket..

Galuh Narulita said...

oalah mbak is tadi bbm aku krn ada yg nanya ini to

@EMF waktu itu booking online, tp itu cm book aja. bayar dan ambil tiketnya harus di stasiun Bangkok
dan book nya itu bukan pake sistem yang tinggal klik trus dapet konfirmasi. tapi harus email ke thailand railways nya

untuk sekedar informasi buka http://www.seat61.com/Thailand.htm#Singapore

kalo gak salah info di seat61 itu si thailand railways nya suka lama balasnya dan kalo gak dibalas dianggap gak booking.
dulu sih sampe nyoba berkali2 buat email, sekitar semingguan gitu baru akhirnya dibalas
ntar di stasiun Bangkok nunjukin email balasan itu bahwa kita bener2 udah booking, trus baru bisa dibayar
kalo gak booking dulu kemungkinan besar si bisa keabisan
kecuali mau gambling beli disana pas udah sampe Bangkok
kita si dulu gak berani ambil resiko hehee

ini link si thailand railwaysnya
http://www.thailandtrainticket.com/
itu cm sekedar info jadwal, tp kalo mau book harus email, ada alamat email dibawahnya

semoga membantu ^^

Syifna said...

Halo Isti

Saya mau tanya, email yang di maksud untuk book tiket yang ini bukan : info@thailandtrainticket.com atau passenger-ser@railway.co.th ?

Yang kita email itu nama lengkap, tanggal keberangkatan dan tujuannya yaa ?
benar begitu nggak ? soalnya saya rencana dari Bangkok - Penang. di tunggu infonya yaa

Thanks

isti thoriqi said...

Hai Syifna :)
Coba email ke kedua alamat di atas. Mohon dimaklumi kalau balasnya lama. Waktu kita pesen dulu itu, sekitar hampir sebulan baru dapet balesan. Sebutin aja nama kamu, mau book berapa tiket, kereta nomor berapa, mau bed yang upper ato lower, tanggal keberangkatan, stasiun keberangkatan dan stasiun tujuan.
Contoh:
4 persons, 2nd class A/C sleeper 2 upper 2 lower from Bangkok to Butterworth by the Special Express Train No.35 on 17th October, 2014.
Nanti kamu bakal dapet konfirmasi. Email konfirmasi dari mereka buat dibawa ke stasiun, ntar bayarnya sambil nunjukin email itu. Ada booking fee karena pemesanan lewat email. Tapi gpp, cos kalo beli langsung disana kuatirnya malah ga dapet tiket.
Semoga membantu. Have a nice holiday ;)

Syifna said...

Oke, thanks infonya yaa
aku mau tanya lagi yaa, kalau kita sudah sampai Bangkok, kita bisa bayar tiket itu brp hari sebelum keberangkatan ? karena saya tiba di Bangkok hari sabtu malam, dan rencananya hari jumat menuju Penang, Bisa kah kita datang ke Stasiun pada hari seninnya untuk membayar tiket tsb ? aku khawatir kehabisan nih hehehe ..

Thanks lagi ya ^^

isti thoriqi said...

Mohon maaf saya baru sempat balas
balas. Engga ada batasan kapan harus bayar. Jadi boleh aja bayar hari Senin kalo kuatir kehabisan ;)

Mh. Lukman Ardiansyah said...

hallo, mbak. Mau nanya jadi bookingnya itu kita kirim pesan by email? gak bisa langsung di webnya ?

Mh. Lukman Ardiansyah said...

terus nomor dan kereta apa yang murah yahh? untuk bangkok tujuan penang?

isti thoriqi said...

Mohon maaf baru balas, Mas Lukman. Iya, harus lewat email. Pilihan kereta dan harganya langsung cek-cek di web ya...

Post a Comment