Container Icon

Antara Semarang dan Solo

Bulan kemarin, menjelang liburan Natal, aku, Ratna, en Ivna sempet main-main bentar di Semarang en Solo. Ceritanya ada undangan nikahannya Septi, temen 1 bidang, di Sragen. Trus kenapa kita ke Semarang? Adalah karena kita kehabisan tiket ke Solo. Tiket kereta bisnis, maksudnya. Kalo eksekutif siy masih ada, tapi karena nikahannya Septi ini udah deket banget ama musim liburan, harga tiket kereta eksekutifnya jelas udah melangit. Jadilah kita memilih kereta bisnis saja, ke Semarang *walo dengan harga yang juga udah membumbung tinggi* Ntar di Semarang bakal minta tolong dianterin mas bojonya Ivna ke Solo, hehehe...

Pulang kantor, kami bertiga janjian sama Ade en Andri untuk berangkat bareng dari Stasiun Pasar Senen. Selagi duduk bareng di kereta, kita udah kepikiran mau poto bareng-bareng untuk dilaporkan ke temen-temen kantor via Whatsapp Group *apa fungsinya coba*. Tapi bingung juga mau minta tolong ama siapa. Kebetulan banget, saat kita lagi galau mencari korban untuk motoin kita, muncullah sosok seseorang yang mengenal Ivna. Temennya, maksudnya. Dengan pasang muka tak berdosa, kita minta tolong dipotoin. Hihihi...

Nizam ikut juga loh

Bandung, untuk 17 Jam Saja

Waktu jalan-jalan ke Plaza Senayan hari Sabtu kemarin, tiba-tiba Mr. Banker mengusulkan buat belanja di Bandung. Rencana mendadak pun disusun, yaitu berangkat Senin, pulang Selasa. Malam itu juga, kita nyari tiket Argo Parahyangan. Sepulang dari nge-mall, dibantuin Ratna yang udah download aplikasi Paditrain di Android-nya, tiket pun langsung didapatkan. Btw, beli tiket pake aplikasi ini lumayan juga biaya administrasinya. 25ribu-an gitu untuk 2 tiket pp. Bandingin ama beli di Indomaret yang cuma kena biaya 7500. Masalahnya, mau beli ke Indomaret udah keburu tutup. Maklum, Indomaret terdekat engga buka 24 jam. Mau beli lewat website resminya PT. KAI, pembayaran lewat ATM. Hmm, males juga ke ATM malem-malem. Kalo beli lewat Paditrain, bisa bayar pake CC.

Untuk hotelnya, kita browsing-browsing keesokan harinya. Karena tujuan utama ke Bandung kali ini adalah ke FO di daerah Riau, kita nyari hotel daerah situ juga. Kalo yang letaknya di pinggir jalan Riau, harganya lumayan juga. Akhirnya, pilihan pun jatuh ke Hotel Progo yang terletak di Jalan Progo, persis di belakang FO Heritage, dengan harga Agoda 362ribu. Lagi-lagi bayar pake CC.

Mengejar Bus ke Ho Chi Minh City

Bagaimana rasanya ketinggalan bis? Pasti panik! Lebih panik lagi jika tragedi ketinggalan bis ini terjadi di negara orang yang mana faktor bahasa turut menjadi kendala. Pengalaman ini aku alami bersama Mba Via ketika sedang berada di Phnom Penh, Kamboja dan berencana melanjutkan perjalanan ke Ho Chi Minh City, Vietnam. 

instaweather Phnom Penh tapi berlatar Night Market di Siem Reap :p

Penjelajahan di Siem Reap, Kamboja sudah aku ceritakan di tulisan sebelumnya. Karena keterbatasan waktu, kami memang tidak berencana untuk berlama-lama di Siem Reap. Cukup sehari semalam saja. Rencana selanjutnya adalah meneruskan perjalanan ke Ho Chi Minh City, Vietnam. Sebenarnya tersedia bus yang dapat langsung mengantarkan kami ke Ho Chi Minh City, yaitu Mekong Express. Jadwal keberangkatan bus tersebut dari Siem Reap adalah jam 7.30. Dalam sehari, hanya ada 1 kali pemberangkatan. Hanya saja, karena kami juga ingin melihat-lihat kota Phnom Penh yang merupakan ibukota negara Kamboja, kami memutuskan untuk membeli tiket bus lain yang berhenti di Phnom Penh.

Melongok Angkor Wat di Kamboja

Udah lama niy, engga nulis tentang traveling. Kita flashback agak jauh, yuk! Di bulan April 2013 kemarin, aku en Mba Via maen-maen ke Siem Reap, Kamboja. Awalnya kami engga ada rencana kesana. Sebagai impulsive buyer akan tiket murah, waktu Air Asia menggelar promo, kami membeli tiket ke Ho Chi Minh City, Vietnam. Eh, lha kok tak dinyana, beberapa bulan menjelang keberangkatan, rute Jakarta - Ho Chi Minh City ditiadakan. Kalo saat itu kami membeli tiket pulang HCMC - CGK, mungkin engga bakalan ada masalah, tinggal di-refund dua-duanya gitu. Yang bikin pusing adalah, dikarenakan tiket pulangnya waktu itu bukan harga promo, kita pulang via Kualalumpur. Mau ngehangusin tiket pulang kok sayang juga, secara masing-masing udah beli 2 tiket, gitu (HCMC - KUL en KUL - CGK).

Akhirnya kami putuskan untuk menambah jumlah hari dalam cuti kami dan menyempatkan berkunjung ke Kamboja, sebelum melanjutkan perjalanan ke Vietnam. Kota Siem Reap di Kamboja menjadi pilihan karena disana terdapat Angkor Wat yang merupakan salah satu situs warisan dunia, seperti yang telah ditetapkan oleh UNESCO. Kami penasaran dengan penampakan asli Angkor Wat yang sempat dijadikan lokasi syuting Tomb Raider (dibintangi oleh Angelina Jolie). Padahal aku sendiri belum pernah nonton film yang jagoannya bernama Lara Croft itu, loh, hihihi... Btw, beberapa temenku merasa heran dengan tujuan traveling  kami yang engga biasa ini. Yah, alasannya adalah karena Jepang sudah terlalu mainstream.
#yang bener karena duitnya engga cukup buat ke Jepang
#lagian kenapa tiba-tiba nyambung ke Jepang yak