Container Icon

Mengait Wadai di Pasar Terapung

Saatnya bercerita tentang Pasar Terapung di Banjarmasin yang legendaris itu. Berlokasi di Sungai Barito, Muara Kuin, Banjarmasin Utara, gambaran suasana pasar  ini pernah muncul di iklan sebuah stasiun televisi swasta jaman dahulu kala. Kalo penasaran ama iklannya, bisa dicari di yutub. Yang meng-upload iklan ini bilang : Jika anda tau iklan ini berarti masa kecil anda bahagia dengan acara-acara yang mendidik...

sumber dari sini

Waktu aku kecil dulu trus nonton iklan ini, engga pernah kebayang kalo suatu saat aku beneran bisa mengunjunginya langsung. Perasaan yang sama dengan yang aku rasain saat waktu aku mendapat kesempatan ke Danau Toba. Ceritanya bisa dibaca disini. I guess I'm just lucky ;)

Oke, langsung ke cerita tentang kunjungan kami ke Pasar Terapung, ya. Selesai Sholat Subuh, kami berangkat dari hotel menuju dermaga klotok. Sewanya 200ribu untuk membawa kami ke Pasar Terapung dan kembali ke tempat semula. Ini foto-fotoku yang narsis di sepanjang perjalanan. Sebelumnya perlu aku informasikan terlebih dahulu, foto-foto narsisku ini bakal menghiasi sepanjang postingan. Jadi mohon kesiapannya, ya. Harap maklum.

waktu berangkat, di sekitar masih gelap

20 menit kemudian
pindah duduk ke atap klotok :)

oke, sekarang berdiri :D

Eh, kok jadi majang poto narsis mulu? Hihihi, maap, maap. Gara-gara narsis, para pengunjung pasar terapung lainnya sempet ngelihatin. Mungkin mereka mengira ada pemotretan model yak :p Jadi, begini pemandangan pasar terapung di Banjarmasin. Ternyata engga seramai di iklan yang aku lihat di tipi dulu. Tapi kata pengemudi klotoknya, ini juga tumben gitu, lagi sepi.

para pedagang di pasar terapung

ada yang jualan makanan juga

Aku bilang ke 2 bapak yang bersamaku, pengen nyoba transaksi. Yang gampang adalah beli jajanan, kayak goreng-gorengan gitu. Di Banjarmasin disebut wadai. Klotok kita pun mendekati klotok penjual jajanan. Jajanan apa yang kita inginkan? Bisa dipilih dan diambil sendiri. Pake tongkat kayu yang di ujungnya sudah diberi paku. Caranya? Simak langkah-langkah dalam bentuk visual berikut ini.

1. Sorongkan tongkat kayu ke arah aneka wadai

2. Kaitkan paku pada wadai yang kamu pilih

3. Tarik kembali tongkat kayu, dan ambil wadai pilihanmu

4. Saatnya menikmati

5. Minum kopi susu sebagai penutup

Udah jelas, kan, caranya? Ato masih engga jelas juga? Ya wis lah, itu tadi emang akal-akalan aku aja buat narsis selalu. Hihihi... Untuk minumannya, aku memang memesan kopi susu. Alternatif lain, boleh pesen teh, kok. Engga perlu kuatir, cara ngedapetin minumannya engga pake acara mengait dan menarik pake tongkat kok *lagian gimana caranya coba*. Cukup dengan bilang ke Bapak pedagang, ntar dibikinin. Kami bertiga makan wadai masing-masing 1 en minumnya juga masing-masing 1 gelas. Berapa yang kudu kita bayar? Cukup 15 ribu saja :D

Sekarang saatnya kembali ke daratan. Eh, eh, ini bapak-bapak berdua ngapain siy, deketan aja pake acara telpon-telponan. Eh, telpon orang lain tho? Baiklah...


Setelah salah satu bapak selesai telpon-telponan, aku nyodorin kamera. Mau pose narsis lagi, ah! Sungguh malang nasib bapak-bapak yang 1 tim sama aku kalo lagi dinas luar begini. Terpaksa didaulat jadi fotografer dadakan. Mau engga mau, ya kudu mau! Kalo engga, aku engga mau bikin laporannya, loh! *ngancem*

narsis 1

narsis 2 (judulnya kenapa engga kreatip gini)

melewati perkampungan penduduk

Di tengah jalan, pengemudi klotok sempat berhenti membeli bensin. Berarti dia naik ke daratan sambil bawa jerigen, gitu? Engga perlu, soalnya pom bensinnya juga di pinggir sungai. Selesai mengisi bensin, kami melanjutkan perjalananan. Di tengah perjalanan, ada sebuah jembatan yang posisinya rendah banget, dekat dengan permukaan sungai.

itu dia jembatannya

atap klotok pun hanya berjarak beberapa senti darinya

jangan lupa merunduk kalo lewat di bawah jembatan itu

Jembatan sudah terlewati, perjalanan selanjutnya udah engga pake acara merunduk-runduk lagi. Aku pindah ke sisi satunya, ah...

berpapasan dengan perahu lain

eh, ada couple yang lagi mandi di latar belakang!

melewati bagian bawah pasar di atas jembatan

udah deket ama "garis finish" niy

Sekitar jam 7, kami pun mendarat lagi di dermaga.

dermaga klotok di latar belakang

Kami pun kembali ke hotel. Demikian :)

0 comments :

Post a Comment