Container Icon

Gili Trawangan - Sekeping Memori

Gara-gara cuti sakit ini, kerjaanku di rumah palingan cuma baca buku, buka socmed, nonton DVD, en pastinya nge-blog. Nah, pas buka Path, ada temen majang potonya lagi honeymoon di Gili Trawangan. Hmm, memoriku jadi seperti terlempar ke masa lampau. Ke momen hanimun yang romantis sekitar 3 tahun lalu. Momen yang sangat menyenangkan karena engga perlu mikirin kerjaan (secara baru resign) en engga perlu mikirin ribetnya nyiapin acara wedding (secara udah slese, tinggal ngunduh mantu doang tapi itu mertua yang mikirin). Yang aku pikirin cuma gaya apa yang belum dicoba #eh *bukan istri sholehah*

Dari awal menentukan lokasi hanimun, aku en Mr. Banker udah diskusi. Pastinya kita engga mau di Bali karena udah terlalu mainstream. Kita kan anti mainstream. Lagian udah bosen, gitu. Ish, gaya banget bilang bosen, padahal ternyata 2 hanimun selanjutnya di Bali juga. Hihihi, gitu kok bilang  bosen plus anti mainstream :p Emm, waktu itu siy ngerasa bosen karena baru beberapa bulan sebelumnya kita ada acara kantor ke Bali. Begitu... Mr. Banker bilang, pengen di daerah yang belum banyak didatangi orang. Akhirnya dipilihlah Gili Trawangan. Eh, udah rame juga yak? Itu kan sekarang... Jaman 3 tahun lalu, masih terbilang ekslusif lah *ciee, sok keren*

Gili Trawangan yang paling kiri (sumber dari sini)
Buat yang mungkin belum tahu, Gili Trawangan adalah yang terbesar dari ketiga pulau kecil atau gili yang terdapat di sebelah barat laut Lombok. Pada gambar di atas, Gili Trawangan adalah yang paling kiri. Luasnya 340 Ha. Sebelahnya lagi berturut-turut adalah Gili Meno (150 Ha) dan Gili Air (188 Ha). Di antara ketiga gili tersebut, Gili Trawangan memiliki fasilitas untuk wisatawan yang paling beragam.

Setelah deal soal lokasi, aku langsung heboh nyari paket hanimun disana. Kenapa engga backpacker? Ya ampun, ini kan hanimun, gitu loh! Kudu lain dari biasanya! Kudu romantis en berkesan, gitu. Kalo bisa mahal. Hihihi... *naluri matre mulai muncul*. Waktu akhirnya nemuin paket yang dirasa oke, aku kasih liat deh, ke Mr. Banker. Paket 3 hari 2 malam, termasuk paket spa *favoritku, wajib ada* plus candle light dinner. Udah engga yakin aja bakal disetujui secara kalo harga kamarnya adalah 3 kali lipat lebih dari harga kamar di hotel berbintang yang lumayan. Dan kita menginap disana sebanyak 2 malam. Oke, bagi sebagian orang, harga segini biasa aja. Tapi buat kami yang juga kudu mikirin biaya penalti karena aku resign sebelum kontrak selesai adalah sesuatu.

Yang engga aku sangka-sangka, Mr. Banker mengiyakannya. Hah? Beneran?! Serius??!! "Iya, anggep aja ini hadiah buat kamu yang udah capek-capek mengatur segala pernak-pernik akad en resepsi," jawabnya romantis. Ya ampun, memang engga salah aku memilih dia sebagai suami ! FYI, EO pernikahan kami adalah saya sendiri. Yang mana sangat  perfeksionis dan detil, sampai-sampai orang dekor cuma bisa bengong waktu aku nitipin sabun cair en tisu buat ditaruh di toilet gedung selama resepsi berlangsung.

Reservasi pun dilakukan, tinggal menunggu hari H. Resepsi kami dihelat hari Minggu, namun kami baru bisa berangkat hanimun hari Selasa. Karena Seninnya kita mondar-mandir ke berbagai vendor untuk melunasi pembayaran segala macem tetek bengek pernikahan. Selasa pagi, 13 Juli 2010, kami berangkat dari Malang menuju Juanda untuk kemudian melanjutkan dengan pesawat ke Lombok. Pesawat yang kami tumpangi yaitu Citilink -waktu itu mengusung slogan "Enjoy Simplicity"- sempat mengalami delay. Aku inget banget, saat akan memasuki pesawat, Mr. Banker sempat-sempatnya ngomong ke salah satu pramugari, "Slogannya berubah jadi Enjoy Simply Lately, ya?". Hihihi... aku cuma bisa ngikik.

Tiba di Bandara Selaparang (waktu itu belum pindah ke Bandara Lombok), kami poto-poto dulu, lah.

a sweet couple, aren't we? *kedip2 mata*

Welcome to Lombok ;)

Kami dijemput seorang sopir dari travel agent. Kalo engga salah, dia menggunakan mobil Kijang Innova. Kami dibawa menuju semacam dermaga kecil. Di tengah jalan, kami sempat melewati sebuah jalan dimana banyak monyet bebas bermain tanpa takut dengan manusia.

engga berani ke luar, di mobil aja dipotonya

Sekitar 1,5 jam kemudian, sampailah kami di tempat penyeberangan. Khusus tamu resort tempat kami menginap (yaitu Vila Ombak), ada tempat tunggu khususnya loh :D

keliatan kan, tulisan di plang belakang :D

Engga perlu menunggu lama, datanglah speed boat yang akan membawa kami ke Gili Trawangan. Private loh, hanya ada kami dan pengemudi speed boat.

Mr. Banker terima telpon dari kantor -_-"

Sekitar 15 menit mengarungi lautan, terlihatlah Gili Trawangan. Dari kejauhan terlihat garis pantainya yang bersih tanpa sampah. Seluruh penduduk dan wisatawan yang datang kesini memang sangat menjaga kebersihan pulau.

dermaga milik Vila Ombak

Kami disambut oleh petugas hotel, yang langsung mengambilkan welcome drink untuk kami berdua. Aku lupa itu minuman apa, yang jelas bernuansa tropis #halah

sampai juga disini...

Oya, gelas yang disajikan kepada kami unik, loh. Diletakkan di semacam hasil kerajinan  dari kayu gitu. Ini dia penampakan yang lebih jelas.

aku motret ini di ruang penerima tamu

Setelah check in, kami diantar ke kamar. Kebetulan kamar kami terletak tidak jauh dari bagian depan hotel. Lumayan lah, secara hotel yang terdiri dari banyak cottage ini luas banget. Kalo saja kamar kami berada di bagian belakang, lumayan juga tuh jalannya. Btw, Vila Ombak ini merupakan resort bintang 5 pertama di Gili Trawangan. Dia memiliki private beach sepanjang 200 meter. Resort ini juga memiliki fasilitas kolam renang air laut dan jacuzzi yang bisa dinikmati oleh seluruh tamu hotel.  Untuk lebih lanjutnya, bisa klik www.hotelombak.com. *bukan postingan berbayar*

Dan beginilah penampakan kamar kami... Kamar yang kami pilih di paket hanimun adalah Traditional Lumbung Hut, agar lebih mencerminkan representasi kehidupan di pulau. Kalo sekedar cottage biasa, di hotel lain juga banyak, tho?

kamar kami di sebelah kanan, ada rangkaian bunga di gerbangnya

Eh, gambarnya masih kurang jelas, ya? Baiklah...

Mr. Banker nampang

Manajemen hotel memang sengaja men-setting rangkaian bunga sebagai penghias gerbang di cottage untuk honeymoon couple. Karena cottage kami berada paling dekat dengan bagian depan hotel, cottage kamilah yang sering jadi sasaran bidikan kamera para bule karena keberadaan rangkaian bunga yang menjadikannya unik. Salah satu bule yang memotret cottage kami terpaksa menjadi korban, yaitu kami minta tolong dia buat motoin kami disitu. Hehehe...

akhirnya, kita berdua bisa poto bareng

Oke, selanjutnya kita masuk, yuk. Di bagian depan cottage ada seperangkat meja, hammock, dan juga bale bertirai. Ceritanya siy buat bobo-bobo siang, gitu.

enaknya disini sambil baca buku neh

ngintip ah ;)

Kamarnya sendiri terletak di bagian atas cottage. Cara menuju kamar adalah naik tangga yang terletak di bagian depan cottage.

ada bunga-bunga yang dibentuk lope

Yang kita lakukan di kamar pertama kali adalah... loncat-loncatan berdua. Engga nyangka kalo hotelnya keren. Eh, ato jangan-jangan cuma aku doang yang loncat-loncatan kesenengan yak?  Oke, sepertinya aku berhalusinasi kalo Mr. Banker juga loncat-loncatan. Hihihi... Di meja, ada surat berisi ucapan selamat datang dari manajemen hotel. Berasa gimana, gitu, baca tujuan suratnya. Tertulis  : Mrs Naufal Thoriqi. Iya ya, aku udah resmi menjadi Mrs Naufal Thoriqi :p Ada juga honeymoon cake en rangkaian buah-buahan yang kesemuanya adalah buah tropis.

Happy Honeymoon for us ;)

Saatnya mengecek kamar mandi. Untuk menuju kamar mandi, ternyata kita kudu menuruni tangga. Tangga yang kita lewati di depan tadi? Bukan, tangga yang ini terletak di belakang cottage.

malah dipake tempat nongkrong sama Mr. Banker -_-"

Ternyata tema kamar mandinya adalah outdoor tropical bathroom with garden. Hmm... Jadi, gimana rasanya mandi dikelilingi taman dan beratapkan langit? Hehehe... Air yang dialirkan oleh shower adalah air shower, namun di deket situ tersedia guci berisikan fresh water untuk berbilas.

kalo motret ini, tanpa kita sebagai objek ya :p

Selesai menjelajah kamar, mari kita menjelajah area hotel. Apa saja yang tersedia disini?

kita mau kemana ya?

Trus apa saja yang bisa dilakukan di hotel? Selain nge-spa yang mana kami jadwalkan keesokan harinya *duh, ingetnya spa mulu*, disini banyak tempat buat beraktivitas.

macem-macem aktivitas yang bisa dilakukan di area hotel

Setelah puas berkeliling hotel, kami pun berjalan-jalan ke sekitar hotel. Di sekitar Vila Ombak, banyak berjejer hotel dan resort lain.

resort tetangga yang berhalaman luas

Seperti halnya Vila Ombak, resort lain juga memiliki bar dan kafe di tepi pantai, yang malam harinya bergantian menggelar pesta.

menyusuri jalanan

Kami pun menjelajah lebih dalam dengan memasuki perkampungan penduduk. Rupanya disini pun banyak penginapan sederhana. Eh, ada kantor dusun. Mampir yuk! Ngapain? Poto doang siy :p

gayanya lagi baca peta, padahal engga mungkin kesasar juga -_-

Kami juga menyempatkan makan di sebuah warung di kampung. Waktu ngobrol dengan pemilik warung, lha kok orang Jawa juga. Alhasil, makanan yang disajikan bercitarasa Jawa. Hehehe...

Tanpa terasa, hari sudah menjelang sore. Saatnya mengejar sunset. FYI, Gili Trawangan, memiliki pantai yang menghadap barat dan timur, sehingga disini kita bisa mendapatkan pemandangan sunrise dan sunset sekaligus di satu pulau. Mengingat pulau ini memang tidak seberapa luas, lokasi untuk menikmatinya, yang disebut Sunrise View dan Sunset View jelas tidak berjauhan. Kami pun berjalan kaki menuju Sunset View.

Dalam perjalanan menuju pantai, kami berpapasan dengan cidomo dan pengendara sepeda. Oya, di Gili Trawangan ada aturan yang tidak memperbolehkan keberadaan kendaraan bermotor. Transportasi yang tersedia hanyalah cidomo (sejenis kereta kuda sederhana) dan sepeda. Aturan yang sama berlaku di dua gili tetangganya. Sehingga menjadikan ketiga pulau kecil ini bebas polusi (kecuali mungkin bau tai kuda sesekali, hihi). Sesuatu yang engga bisa ditemui di pulau-pulau lain di Indonesia. Istimewa...

transportasi bebas polusi

Saat kami sampai di Sunset View, pengunjung udah rame aja. Tapi selalu ada spot untuk memotret. Mr. Banker pun segera beraksi. Aku pun mengabadikannya dengan kamera pocket yang aku bawa.

sang fotografer tercinta

Aku sendiri engga lepas dari bidikan kameranya. Asekkk...

sunset di Gili Trawangan

Setelah gelap datang, kami pun pulang. Di sekitar hotel mulai riuh suasananya. Gili Trawangan memang memiliki suasana yang lebih "party" dibanding dua gili tetangganya. Karena setiap malam, ada banyak pesta yang digelar oleh bar-bar disana, secara bergantian. Kami engga ikutan ber-party ria. Mending di kamar aja lah #kode

pasang gantungan pintu dulu

Keesokan harinya, kami bangun pagi. Untuk Sholat Subuh tentunya, dilanjutkan dengan mengejar sunrise. Kami pun berjalan ke Sunrise View. Berbeda dengan suasana di Sunset View kemarin yang ramai orang, di Sunrise View hanya ada kami berdua. Sepertinya wisatawan lain pada molor karena dugem sampe pagi >.<

walo engga jelas, itu aku loh

udah jelas kalo ini aku tho?

ayo poto berdua ;)

Puas menikmati sunrise, kami kembali ke Vila Ombak. Maunya langsung sarapan, ternyata sarapan baru siap jam 7. Ya wis lah, engga papa, kami nunggu aja. Sarapan disini bener-bener beraneka ragam. Ada makanan Indonesia, ada makanan bernuansa barat juga. Hati-hati kalo mau makan, tunggu waiternya memasang label nama makanan. Karena disana akan terlihat, mana saja yang halal. Btw, di Vila Ombak ini kami jarang bertemu dengan wisatawan pribumi. Kalopun ada, dia berpasangan dengan orang asing. Eh, ada ding 1 pasangan yang pribumi, cewenya juga berjilbab kayak aku. Sepertinya honeymoon couple juga.

Selesai sarapan, kami mengikuti tour ke 2 gili lainnya plus snorkeling. Kali ini Mr. Banker doang yang semangat buat snorkeling. Selama dia snorkeling, aku nunggu di kapal aja. Oya, kapal yang kita tumpangi berjenis glass bottom boat. Jadi sambil duduk di atas perahu, kita dapat menikmati pemandangan bawah laut melalui kaca tembus pandang di bagian bawah perahu. Aku pernah naik kapal serupa waktu mengunjungi pulau penyu di Tanjung Benoa, Bali. Gili Trawangan memang terkenal dengan pemandangan bawah lautnya yang indah. Kami  bahkan sempat melihat penyu lewat di bawah kami. Oya, di Gili Trawangan juga terdapat tempat penangkaran penyu. Sayang kami engga sempat kesana.

sebagian besar wisatawan adalah bule

Kami sempat mampir makan siang di Gili Air. Dari berwisata ke 2 gili lainnya ini, memang keliatan banget kalo suasana di Gili Air dan Gili Meno itu lebih tenang dan damai.

Kembali ke daratan, saatnya spa! Sebagai salah satu item dalam paket honeymoon kami, ruangan untuk spa-nya memang di-setting untuk couple. Selesai spa, kami kembali ke kamar kemudian bersiap untuk dinner. Sebelum meninggalkan kamar, poto dulu, ah...

dinner romantis tapi bajunya gini doang -_-"

Meja untuk candle light dinner kami sudah ditata di bagian paling luar restoran, lumayan dekat dengan pantai. Ada 1 waiter yang standby di dekat kami, jadi memang khusus melayani kami saja. Makanannya sangat istimewa! Tentunya paket yang disiapkan sudah komplit mulai dari appetizer, main course, dan dessert. Sayangnya waktu itu aku belum hobi memotret makanan. Kalopun iya, pasti Mr. Banker bete dan malah merusak suasana romantis yang ada. Jadi, hal itu patut disyukuri lah ya.

what a wonderful nite

Kasian ngeliat kita gantian motoin masing-masing, mas waiter menawarkan diri untuk mengabadikan momen dinner kami berdua.

kayak gambar crop-cropan dengan latar item

Kembali ke kamar dengan hati gembira, kita poto-potoan lagi. Kali ini mengambil setting lokasi di bale bertirai depan cottage.

happy honeymooners

Sekarang aku sendirian yang jadi objek potonya. Aku pasang satu hasilnya disini, yang paling aku suka.

me...

Keesokan harinya kami check out, kemudian naik boat kembali ke pulau Lombok.

poto dulu sebelum naik speed boat

pulang dengan gembira

Yak, demikianlah sekeping memori di Gili Trawangan. Di Lombok, kami  menemui sepasang teman yang tinggal disana. Diajak berkunjung ke rumah kenalannya yang punya rumah di tepi pantai. Ia juga punya semacam bale bertirai seperti di bagian depan cottage kami di hotel, tapi yang ini di pinggir pantai dan memang difungsikan sebagai kamar. Waktu ngeliat langsung kesana, wow, manteb banget deh! *mupeng maksimal*

Kami juga sempat menikmati suasana malam hari di pinggiran Senggigi, yaitu nongkrong sambil makan jagung bakar. Esok harinya, sebelum ke bandara, kami mencicipi makanan khas Lombok yaitu ayam taliwang dan plecing kangkung. Lagi-lagi engga ada potonya ya. Harap dimaklumi ya. Hehehe...

Sebagai penutup, aku pengen nulis ini. Satu hal yang bikin excited dari sebuah pernikahan adalah merencanakan hanimun. Wahai kalian yang belum menikah, bila saatnya tiba nanti, momen ini  agar turut dipersiapkan baik-baik. Karena hanimun adalah awal kebersamaan kalian sebagai sepasang suami istri. Di saat hanimun inilah, kalian bisa bener-bener lebih memahami pribadi masing-masing. Karena disana hanya ada kalian berdua, engga ada keluarga ato teman yang ngerecokin. Kalo ada sesuatu rintangan di tengah hanimun kalian, tentunya kudu didiskusikan berdua. Seperti esok hari dan seterusnya saat kalian mengarungi bahtera rumah tangga.

Halah, ini aku ngomong apa siy? Hmm, sebenarnya aku cuma menjabarkan apa yang disampaikan oleh seorang rekan kantor kami, yaitu almarhum Pak U *kita memang manggilnya Pak U, jadi ini bukan inisial*, yang dari awal kita jadian aja udah memberi arahan demikian. Hehehe... Mungkin ada yang engga sependapat, monggo saja, kok.

Sekian...

6 comments :

armae said...

Hwaaaaaaaaaaaaaaahh.. pengen hanimuuuunn.. *padahal belum nikah*.
Oke oke mbak, aku catat pesan di paragraf kedua dari bawah itu yah. Makasi makasi makasiii..
Villa Ombak emang salah satu penginapan yang paling heboh disana *setauku*. Beruntung banget mbak bisa hanimun disana. Aku besok dimana yaaa enaknyaa??

isti thoriqi said...

Aku nulis ini aja udah pengen hanimun lagi...hihi...
Yupp, inget baik-baik petuahku yak :p
Berarti hanimunnya di Vila Ombak jugaaa...cari suami yang mau diajak kesana #loh

covalimawati said...

wuuiiihh.. kliatan ya klo penganten baru itu senyumnya sumringah bgt.. serasa dunia milik berdua.. hahaaayy..
aku jg mo hanimunan aaahh... *ga mo kalah.. hihihi..

isti thoriqi said...

Eh, jangan salah, Mba, senyum kita sekarang juga masih kayak gitu loh... *ngajak suami poto sambil ngancem biar senyumnya sama kayak 3 taon lalu*
Wah, hanimun ke berapa tuh, untuk Mba Cova? Hehehe...

sandra hamidah said...

So sweet, jadi pengen babymoon di Lombok juga deh ;) makasih sharing nya

isti thoriqi said...

Saya juga pengen nostalgia kesana lagi, Mba. Yuk bareng, Mba Sandra. Hihi...

Post a Comment