Container Icon

Thailand, Here We Come

Beberapa waktu lalu, aku en 3 orang temen yaitu Galuh, Novie, dan Winciii maen ke Bangkok, en Chiangrai di Thailand serta Penang di Malaysia. Kenapa tiba-tiba kesana? Karena waktu itu ada promo Tiger Airways buy 1 get 1 free pake BCA. Untuk CGK-BKK kita cmn bayar 512.450 per orang, pulangnya yaitu KUL-BKK tiketnya 366.250 per orang. Itu udah plus bagasi 20 kg pp untuk berdua. Oya, dari Bangkok, kita sempat ke Chiangrai yang berada di utara Thailand, trus balik ke Bangkok lagi, yang mana harga tiketnya saat itu adalah 657.600 (udah dapet pp). Dari Bangkok ke Penang, kita naik kereta dengan tiket seharga 1215 Baht (sekitar 413ribu). Kurs saat itu... 1 Baht = 329 Rupiah.

Cerita tentang perjalanan kita ini akan terbagi menjadi beberapa postingan. Tema perjalanan kita kali ini adalah "Let's Get Lost!" Emm, bukannya kita menyengaja buat kesasar, loh, ya. Intinya, dengan berbekal itinerary (yang dibikin Galuh), buku tentang backpacking Thailand, peta Bangkok, dan uang tentunya, kita berangkat!

me...while enjoying Thai tea at Thai ;)

Betewe, tugasku dalam perjalanan kali ini adalah bagian berkomunikasi dengan orang lain.  Maklum, humas #apasiy. Oya, plus satu lagi, bagian menghitung. Bukan, bukan sebagai bendahara, karena posisi bendahara diduduki oleh Winciii yang adalah Sarjana Akuntansi *ini penting*. Jadi disini aku ngitungin konversi Baht ke Rupiah. Hehehe, maklum, secara kita bukan kalangan berduit banyak, perhitungan konversi ini sangat diperlukan, terutama waktu kita belanja! Cara ngitung konversinya sebenernya engga terlalu susah. Pake kalkulator aja! Eh, engga perlu segitunya ding. Kalo buat perkiraan kasar, gampangannya gini aja. Nominal dalam Baht dibagi 3 aja, trus tambahin "ribu" di belakangnya.

Oke, kita langsung masuk ke cerita perjalanan ya... Jakarta-Bangkok ditempuh dalam waktu 3 jam, lewat udara tentunya. Selama di pesawat, kita engga cuma bobo. Tapi kita juga nyempetin baca buku tentang backpacking tadi (yang udah baca, ya baca lagi, biar apal :p) plus belajar beberapa kata dalam bahasa lokal. Ini penting, loh! Bagaimanapun, mereka akan menghargai kita yang berusaha mengucapkan beberapa patah kata dalam bahasa mereka. Yang simpel-simpel aja, kayak  terima kasih = Khawp khun khap/kha (ket : khap diucapkan oleh cowo, kha oleh cewe), selamat pagi/siang/sore/malam = Sawasdi khap/kha dan beberapa kata lain yang sekarang aku udah lupa :p.

Sampai di Bandara Suvarnabhumi (bacanya Suwannaphum), kita lumayan amazed karena bandaranya gede. Turun dari pesawat menuju area kontrol paspor dan tempat pengambilan bagasi berasa jauh banget. Oya, sisi kampunganku muncul begitu ngeliat tampilan di layar dekat area kontrol paspor. Ceritanya para penumpang yang ngelewatin dinding itu bakal difoto trus tampilannya muncul di layar. Jadilah aku memotret fotoku yang muncul di layar itu.

ada orang udik lewat :p

Oya, Bandara Suvarnabhumi yang diresmikan pada tahun 2006 ini didominasi panel aluminium dan kaca, menjadikannya terlihat futuristik. Jalan disini berasa jalan di mall yang keren. Hehehe... Setelah melewati pemeriksaan paspor, kita mengambil bagasi, kemudian menuju stasiun MRT di Basement Floor. Turunnya lewat eskalator yang panjaaaang...

ketawa-ketawa sambil nahan troli :D

Selanjutnya, mari kita cari sesuatu bertuliskan Thailand trus kita poto-potoan di sana. Hihihi...

perkenalkan... ki-ka : Winciii, Galuh, en Novie

Pada dasarnya, kita juga engga tau pasti di stasiun mana kita harus turun dari MRT nanti. Setelah mempelajari peta sejenak, kita memutuskan untuk naik MRT sampai ke National Stadium dulu, karena sepertinya itu stasiun yang paling deket dengan penginapan kita. Kita pun membeli tiket MRT dari Suvarnabhumi ke National Stadium yang adalah seharga @45 Baht.Dari National Stadium, kita oper MRT ke stasiun entah apa (maap, lupa namanya) yang sebenarnya deket banget dari National Stadium seharga @25 Baht. Dari situ kita lanjut naik taksi ke arah penginapan. Udah berusaha nawar sekuat tenaga, tapi apa daya sopir taksinya keukeuh, jadilah kita bayar 200 Baht. Diitung-itung, kalo kita tadi langsung naik taksi aja dari National Stadium ke penginapan, sepertinya bakalan lebih murah. Tapi ya sudahlah...

Di Bangkok kita nginep di Sawasdee Khaosan Inn di daerah Khaosan yang merupakan pusat backpacker selama 3 malam. Sawasdee Khaosan Inn adalah sebuah hostel dengan tarif hanya 200 ribu-an per malam untuk double bed. Thailand bisa jadi adalah negara di Asia Tenggara dengan fasilitas akomodasi termurah, mengingat hanya dengan membayar segitu, kami sudah mendapat  kamar yang lumayan nyaman dengan AC, kulkas, serta shower dengan air panas dan dingin di kamar mandi yang bersih.

Eh, ada satu masalah siy, sebenarnya.Kamar kami terletak di lantai 4 dan tidak ada lift! Hadehhh... Tapi engga papa lah, kita siy ngarepnya sepulang kita ke Indonesia, timbangan sudah berkuran beberapa kilo karena kalori kita habis terbakar saat naik turun tangga penginapan. Namun sayangnya, harapan kami tidak terkabul...

Beginilah penampakan kamar kami (aku bareng ama Novie).

bed yang nyaman

dari kaca, kliatan toiletnya sedikit tuh :)

Engga berlama-lama di kamar, kita keluar dari penginapan kemudian berjalan kaki 5 menit, dan sampailah kita ke Khaosan Road. Kita putuskan kalo malam itu kita harus makan nasi, siapa tau besok-besoknya kita susah dapet menu nasi. Daripada bingung, kita menuju KFC. Ngeliat menunya, hmm, kayaknya menu Spicy Chicken Rice (harganya sekitar 80 Bath) ini engga ada di Indonesia deh. Jadi, mari kita coba!


Rasanya...huekkk, engga enak >.< Penuh dengan rempah yang engga bisa aku definisikan satu-satu. Maklum, engga bisa masak. Yang jelas, disitu ada potongan daun-daunan, entahlah apa, yang sangat khas bau dan rasanya, yang mana membuatku kehilangan nafsu makan. Rasa rempah lain yang terkandung dalam makanan juga sangat tidak familier dengan lidah kita. Disitulah kita menemukan arti dari kehampaan, yaitu ketika kita merasa sangat lapar, dan harusnya kita bisa makan apa saja, tapi ternyata yang kita temui pun kita tetap tidak sanggup memakannya. Hiks... Tau gitu pesen ayam biasa aja...

Untuk menghibur hati, aku poto-potoan aja di depan gambar gede berjudul "Bangkok Attractions". Emm, engga ada hubungannya siy, cuma aku baru nyadar kalo aku belum majang poto aku  saat memulai petualangan di Thailand kecuali satu foto orang udik di bandara :p (ket : yang poto minum Thai tea itu diambil pada hari kedua).


Dari KFC, kita mampir ke 7-Eleven buat beli Simcard. Aku en Winciii merasa kita engga butuh beli simcard. Keberadaan free wifi di beberapa tempat udah cukup lah. Galuh en Novie butuh simcard buat sms-an, jadilah mereka berdua aja yang beli.  Si mba Sevel yang bahasa Inggris-nya pas-pasan kurang memahami maksud kita. Setelah melalui dialog panjang dan melelahkan, akhirnya Galuh en Novie berhasil mendapatkan simcard yang bisa dipake internetan. Total yang dibayar per orangnya 200 Baht udah dapet free internet selama 2 hari. Horeee, bisa dijadiin hotspot trus aku en Wincy bisa nebeng pake :p

Oh, iya, disitu kita baru menyadari kalo pulsa murah itu cuma ada di Indonesia. Nominal 5000 Rupiah aja tersedia! Lha disini, simcard tanpa pulsa aja 100 Baht, trus isi pulsanya juga kelipatan 100 Baht.  Oya, bisa jadi di Thailand ada paketan simcard yang lebih murah, dari yang kita beli. Tapi secara komunikasi ama mba-nya aja masyaAllah capenya, kita pasrah aja wis. Abis masang simcard,  Galuh en Novie minta tolong mba Sevel buat nyettingin HP. Bukan apa-apa, pas simcard dipasang, yang muncul di layar huruf keriting semua! -_-"



Selanjutnya kita pulang ke penginapan. Oya, dalam prakteknya, free internet 2 hari yang ditawarkan oleh vendor simcard mereka hanya bisa kita manfaatkan selama 1 hari lebih dikit banget! Adalah karena Novie en Galuh mengaktifkan simcard baru mereka pada jam 23.30-an, yang artinya setengah jam kemudian jatah 1 harinya udah abis. Yah, kirain itungan 2 hari itu artinya 48 jam, ternyata berdasarkan tanggal ya. Mana ternyata kalo engga beli paket internet, gila-gilaan banget tarifnya! Pulsa 100 Baht yang ada di masing-masing HP hanya bertahan sekejap saja. Hiks...

Keesokan harinya, kita tidak berharap banyak pada menu breakfast di penginapan.  Tapi ternyata... it's all beyond expectation! Di lantai dasar, telah tersedia sarapan ala buffet dengan menu yang lumayan lengkap. Tersedia boiled chicken soup, sayuran, pad thay, french toast, en telor ceplok. Dan ternyata ke-lebay-an kita kemarin memang beneran lebay cos tersedia nasi dalam menu sarapan di penginapan.


Ada juga buah-buahan, roti tawar dengan selai yang mana juga disediakan toaster di dekatnya, serta sereal dengan susu.


Minumannya ada jus jambu, jus jeruk, lemon tea, serta teh dan kopi.


Cerita setelah sarapan disambung di postingan berikutnya. Btw, yang pengen ikut kuis masih ada waktu sampe minggu depan. Klik disini yaaa....

6 comments :

Bibi Titi Teliti said...

Hai Istiiiiii...
maap baru mampir yaaaaah...

postingan mu yang lalu, yang tentang kontes itu susah dikomen lhoooo...
udah beberapa kali nyoba komen gagal terus tuuuh, baik dari PC maupun dari tablet, kenapakaaah?

Bibi Titi Teliti said...

eciyeeee...
traveling cuman cewek2 doang nih yaaah...
suami gak dibawa nih?

Asyiiiiik...hihihi...

dan emang gosipnya sih katanya makanan Thailand kurang asyik yah...
Dan kurang meyakin kan halal atau ngga nya gituh...
Lain kali harus bawa pop mie yang banyak...hihihi...

Bibi Titi Teliti said...

Dan bener ituh...
harus selalu ditanamkan dalam hati masalah kurs yah...

masalahnya aku suka rada bego gitu lho...
Waktu di Korea, kalo liat barang 10. 000 won, perasaan 10.000 perak...hihihi...
padahal kan 80.000 ituuuuuh...

bangkrut deh :(

isti thoriqi said...

Hiks, masa susah dikomen siy, Bi, padahal kalo disini bisa komen bolak-balik yak! Aku juga engga pernah nyetting apa-apa tuh, buat kolom komen >.<
Baiklah kalo begitu, komen disini aja, Bi. Tapi ditulis "ini buat komenin kontes"..hehe...
Iya Bi, ini ceritanya ladies only. Biar lebih manteb shopping-nya :p Eh, jangan-jangan waktu ke Korea kemarin Bibi juga bekel popmie banyak? Hihihi...
Haduhhh, Bibi, mana ada kurs Rupiah sama dengan kurs Won. Berarti Bibi butuh aku buat ngitungin konversinya tuh. Jadi kapan kita traveling bareng, Bi? #eh

Dian said...

Iiiih pengen deh jalan2 keluar negeri kayak mbak Isti. Tapi mbak,di Thailand gampang kah nyari makanan halal?

isti thoriqi said...

Mari traveling, Mba Dian, selagi masih muda. Tentang makanan, memang gampang-gampang susah, Mba. Tapi dibanding Vietnam, masih lebih mudah kok. So, don't worry ;)

Post a Comment