Container Icon

Antar Aku ke Samalona

Langit biru tak berbatas
Ditemani cakrawala
Ombak kecil yang bercanda
Ucapkan selamat datang..ooh...

Beribu kata tersimpan
Getar hasrat tak tertahan
Kau pun tak akan percaya
Satu dari cintaku jadi milikmu..ooh...

Satu dari cintaku..woo..jadi milikmu
Satu dari cintaku..woo..jadi milikmu
Satu dari cintaku..woo..jadi milikmu
Satu dari cintaku..woo..jadi milikmu
Untukmu...

Hari berganti malam
Malam pun tiada berbintang
Jatuh ku di dalam pelukanmu kasih
Antar aku ke Samalona...

Ada yang tau lirik lagu di atas, engga? Kalopun engga tau, bisa dimaklumi juga, siy. Bait-bait lirik tadi adalah sebuah lagu  reggae dari mendiang Imanez berjudul Samalona dari album Sepontan yang dirilis pada tahun 1996. Anyway, "Sepontan" disini bukan typo ya, tapi emang judul albumnya kayak gitu. Waktu aku denger lagu itu, aku jadi penasaran sama yang namanya Samalona. Itu tempat apa, ya? Kok kedengerannya eksotis gitu. Hehe... Karena waktu itu belum ada yang namanya internet, ya belum bisa googling :(

Sekarang, aku udah tau kalo Samalona itu nama sebuah pulau kecil, engga jauh dari Makassar. Sekitar 7 km lah, dari daratan Makassar. Bulan Desember tahun kemarin, Mr. Banker ngajak anak-anak buahnya buat maen kesana. Kebetulan aku lagi disana, jadi pastinya aku diajakin juga, dunk. Walopun hari itu aku agak engga enak badan, tapi tawaran untuk rekreasi sejenak ke Samalona terlalu sayang untuk dilewatkan.

Pagi-pagi, sekitar jam 8 WITA, kita menuju Samalona dengan naik perahu dari dermaga milik POPSA (Persatuan Olahraga Perahu motor dan Ski Air) di Pantai Losari, tepatnya di depan Benteng Fort Rotterdam. Harga sewa perahunya 500 ribu.

antre buat naik perahu

Perjalanan ke Samalona ditempuh dalam waktu setengah jam. Saat itu lautan sedang tenang, nyaris tanpa ombak. Sebelum sampai ke Samalona, ada 1 pulau yang kami lewati, yaitu Pulau Lae-lae, tapi kami engga mampir kesana. Makin mendekati Samalona, makin terlihat bahwa Pantai Samalona jauh berbeda dengan Pantai Losari. Dari yang semula air lautnya berwarna hitam karena limbah, kemudian semakin biru, sampai akhirnya ketika tiba di Samalona jadi berwarna biru kehijauan. Plus bening banget!

Pulau Samalona terlihat di kejauhan

poto-poto itu wajib! :p
 
diambil dari atas perahu yang sedang mengarungi lautan #halah

dermaga Samalona

pasir putih Samalona

Sesampai di Samalona, kita jalan-jalan sebentar. Engga perlu waktu lama untuk mengelilingi pulau yang luasnya hanya sekitar 2 hektar ini. Cukup 15 menit saja kita udah ngeliat semuanya :D Oya, pulau ini dimiliki oleh 7 orang. Daftar nama pemiliknya terpajang di dermaga.

para penguasa pulau ;)

para penduduk pulau

musola kecil di tengah pulau

Oya, di ujung pulau juga ada sebuah rumah mewah yang disewakan. Dia menyebut dirinya "resort". Engga tau deh, berapa harga sewanya. Resort ini terlihat jauh lebih modern dari rumah-rumah tradisional di sekitarnya. Sayang foto penampakan resort dari jarak dekat engga ada. Tapi aku inget waktu mau merapat ke pulau, aku sempat mengambil foto resort.

resort di ujung Samalona

Awalnya kita sempat berencana menyewa rumah sekalian (disana disebut baruga). Kita pilih yang persis menghadap ke pantai. Terdiri dari 2 kamar (maksudnya kita, nantinya 1 kamar untuk cowok, 1 kamar untuk cewek) dengan kamar mandi di dalam masing-masing kamar. Harga sewanya 500 ribu. 

sewanya 500 ribu-an

Dipikir-pikir lagi... duit 500 ribu kok eman ya, secara kita juga engga nginep, gitu. Jadilah kita memutuskan untuk duduk-duduk aja di bale-bale bambu yang tersedia. Eh, bentar, duduk-duduk di bale-bale juga engga gratis, lho. Kita menyewanya dengan harga 50 ribu per buah. Hah, serius 50 ribu?! Ciyusss! Dan engga bisa ditawar! Karena kita berbanyak, kita sewa 2 bale-bale. Disini segala fasilitas emang mahal. Kalo pengen pipis aja kudu bayar 5 ribu -_-

Baiklah, sekarang saatnya makan! Secara waktu berangkat tadi kita belum sarapan, jadi kita udah kelaperan aja, gitu. Untung kita tadi kepikiran bawa bekal. Kalo engga, engga kebayang juga bakal abis berapa duit buat beli makan di pulau. Dan bekal yang kita bawa adalah... JENG! JENG!

jauh-jauh ke pulau cuma buat makan KFC :p

maksibar di tepi pantai

Abis makan, para cowok snorkeling. Peralatannya bisa disewa disana dengan harga 50 ribu per set. Dalam kondisi normal, pasti aku pengen ikut snorkeling juga. Tapi kondisi kesehatan lagi engga memungkinkan. Lagian engga bawa baju renang juga. Kebetulan para cewek yang lain juga males buat snorkeling, jadi kita ngumpul bareng di bale-bale. Sambil menunggu para cowok snorkeling, yang paling enak ngapain ya?

anginnya enak buat tidur-tiduran :p

Keasyikanku bersantai menikmati angin yang berhembus sepoi-sepoi terusik oleh suara keramaian dari arah pantai. Ternyata ada anak kecil yang kakinya tertusuk bulu babi ketika sedang snorkeling. Hmm, snorkeling di sekitar Samalona ternyata kudu hati-hati, jangan sampai menginjak bulu babi (disebut juga landak laut) yaitu sejenis hewan laut berbentuk bundar yang memiliki banyak duri pada kulitnya. Jika menginjak bulu babi, durinya sering patah dan akibatnya sulit dicabut dari kulit manusia.

anak kecil yang tertusuk bulu babi di kakinya

Kasian, si anak kecil itu nangis-nangis terus karena kesakitan. Aku jadi ikutan pengen nangis juga. Aku nyempetin buat ngambil Aqua botol yang masih utuh. Trus aku kasih ke ibu si anak untuk kemudian diminumkan ke anaknya. Jelasnya engga bakal ngurangin rasa sakitnya, tapi mudah-mudahan si anak bisa lebih tenang setelah minum sedikit air.

Kemudian aku berdiri di dekat situ, memperhatikan tindakan pertolongan yang dilakukan pada si anak. Seseorang memukul-mukulkan pantat botol kaca ke kaki si anak agar duri-duri dari bulu babi itu gampang dikeluarin dari kulit. Sayangnya, setelah lama mencoba, ada kali ya 10 menit lebih, si anak tetep aja nangis-nangis. Aku sempat merhatiin kaki si anak. Di bagian tumitnya memang terlihat banyak titik hitam. Ya ampun, kayaknya duri bulu babi yang masuk ke kakinya emang banyak banget!

Merasa putus asa karena pukulan-pukulan botol tidak banyak membantu, seorang mas-mas berinisiatif untuk memberikan tindakan pertolongan alternatif. Dengan membawa sebuah botol kosong, dia menjauh dari keramaian. Dari tempat aku berada, engga keliatan jelas apa yang dia lakukan, tapi sepertinya dia lagi pipis ke dalam botol! Selanjutnya dia balik ke kerumuman lalu menyiramkan air dari botol tadi ke kaki si anak. Hiiii... Keliatannya emang menjijikkan ya? Aku ngeliat ekspresi di muka ibu si anak juga jadi keliatan aneh gitu. Si anak juga jadi makin nangis waktu tau air apa yang ada di dalam botol.

Engga nyangka, tindakan mas-mas tadi ternyata ngefek, loh! Terbukti dari tangisan si anak yang makin mereda karena duri-duri bulu babi yang ada di kakinya sudah berhasil dikeluarkan! Alhamdulillah... Selanjutnya ia diajak beristirahat oleh keluarganya. Engga lama kemudian, aku ngeliat dia maen ke pantai lagi. Keluarganya sibuk meneriakinya agar lebih berhati-hati kali ini. Hihihi, syukurlah, ternyata dia tidak trauma. 

Belakangan, aku googling dan aku menemukan info bahwa tindakan pertolongan pertama dan juga paling praktis untuk mengeluarkan duri bulu babi dari kulit manusia adalah dengan mengencingi luka tusukannya. Amoniak pada urine bisa membantu menghancurkan duri bulu babi. Wewww...

Kegaduhan sudah berakhir, jadi aku lanjut tidur-tiduran lagi. Engga lama kemudian, Mr. Banker dan temen-temennya kembali dari snorkeling. Seorang dari mereka membawa sesuatu. Ternyata botol-botol berisi beberapa ikan kecil dan karang. Oleh-oleh buat anaknya, katanya. Hehehe...

oleh-oleh dari snorkeling :D

Para cowok keliatan kelaperan setelah snorkeling sekitar 1,5 jam. Jadi mereka ngabisin KFC yang masih ada. Untung tadi belinya sengaja dilebihin :D

Selanjutnya, mari kita poto-poto bentar.





bisa engga, kayak gini selamanya...*ngarep*

Abis poto-poto, kita pulang, dunk. Waktu masih menunjukkan jam 1 siang tapi kita udah lumayan bosen disana. Hehehe... So, good bye, Samalona :)



0 comments :

Post a Comment