Container Icon

Melongok Gardens by the Bay

Kali ini aku mau cerita tentang Gardens by the Bay. Taman yang sesuai namanya memang terletak di tepi Teluk Singapura ini dibuat di atas tanah hasil reklamasi pantai Singapura. Singapura dengan lahan daratannya yang terbatas membuat daratan baru dengan memanfaatkan kawasan perairan yang ada. Cool... se-cool 2 konservatori yang dibangun di atas tanah tersebut ;)

gambar dari : inhabitat.com

Taman seluas 101 hektar ini berada di belakang Marina Bay Sands. Jam operasionalnya adalah mulai jam 9 pagi sampai jam 9 malam. Memasuki kompleks Garden By The Bay, kita disambut oleh danau buatan. yang bernama Dragonfly and Kingfisher Lakes. Pemandangan yang menjadi latar belakang danau buatan tersebut adalah pohon-pohon baja raksasa yang merupakan bagian dari area Supertree Grove. Tinggi "pohon-pohon" tersebut setara dengan gedung berlantai 16. Ke-18 supertree tersebut dirancang dengan fungsi sebagai pengumpul air hujan, penghasil energi solar dari matahari, dan saluran ventilasi untuk konservatori taman. Keren, ya?

narsis depan danau

Terdapat jembatan yang menghubungkan pohon-pohon raksasa tersebut, yang mana disponsori oleh OCBC dan dinamai OCBC Skyway. Untuk menyusuri jembatan setinggi setengah supertree dan menikmati pemandangan indah di sekitar taman raksana dari atas ketinggian ini, pengunjung harus membayar SGD 5. Cukup murah. Kunjungan ke Supertree Grove ini kita rencanakan sebagai penutup nanti (walo sayangnya ternyata tidak terealisasi).

Kita melewati jembatan yang melintang di atas danau buatan untuk selanjutnya disuguhi The Heritage Gardens (Taman Warisan), yaitu 4 taman bertema yang berhubungan erat dengan sejarah dan kebudayaan dari 3 kelompok etnis utama di Singapura serta masa pendudukan kolonial, yaitu Chinese Garden, Indian Garden, Malay Garden, dan Colonial Garden.

narsis di atas jembatan

Oya, kalo kita cuma pengen foto-foto atau piknik atau berolahraga di danau buatan dan The Heritage Gardens, kita engga dipungut biaya loh.Tapi kali ini kita engga puas dengan hanya menikmati outdoor gardens-nya. Kita bertiga pengen masuk ke dalam rumah kaca alias indoor gardens-nya. Di Garden By The Bay terdapat 2 rumah kaca raksasa yaitu Cloud Forest dan Flower Dome. Harga tiket (disini disebut admission fee) untuk masuk ke 2 area tersebut ada 2 jenis, yaitu SGD 28 untuk standard admission dan SGD 20 untuk local resident admission. Admission fee untuk anak-anak tentunya lebih murah, nyaris separo admission fee orang dewasa. Tapi di hari itu, engga tau ada promo ato gimana, aku en Mama "cuma" dikenakan SGD 23.80 per orang (sekitar Rp185ribu), sedangkan Olik SGD 17 (sekitar Rp 132ribu) karena termasuk penduduk lokal SG. Lumayan mahal ya? Tapi dengan pengalaman yang selanjutnya kami dapet disana, harga segitu emang worth it ;)

tiket buat masuk ke Flower Dome en Cloud Forest

Di depan Flower Dome, terpampang tulisan besar-besar "World Building of the Year". Dari yang aku baca di okezone.property.com, landmark terbaru Singapura ini memang dinobatkan sebagai Building of the Year di ajang World Architecture Festival di SG pada Oktober 2012 kemarin. Wilkinson Eyre Architecture sebagai perancang bangunan ini diganjar penghargaan berkat desain konservatori yang menarik. Tak hanya itu dia juga berhasil membuat rumah kaca paling besar di dunia yang mampu mengendalikan cuaca.

Secara struktur, penopang bangunan yang rapuh didukung oleh serangkaian lengkungan dan dilengkapi kaca khusus yang mengoptimalkan sinar matahari untuk tanaman sehingga tidak terlalu panas. Atapnya ditutup sistem sensor yang dioperasikan dengan layar otomatis yang memberikan keteduhan bagi tanaman ketika suhu di dalam kubah terlalu tinggi.

Menggunakan stratifikasi termal, Wilkinson Eyre memastikan bahwa hanya zona di bawah kubah yang harus didinginkan, sehingga mengurangi konsumsi energi. Cara untuk mendinginkan berupa pemasangan pipa pengecoran air dingin ke lantai, yang membuat udara dingin turun ke tanah, sementara udara panas naik dan ventilasi keluar dari bagian atas kubah.

Sementara energi listrik di konservatori ini dihasilkan dari sinar matahari di pohon raksasa Supertrees dan turbin uap Daya Panas Gabungan (CHP) yang mendapat asupan makanan dari limbah hortikultura dari kebun dan taman yang ada di seluruh Singapura.

Yang pertama kita tuju adalah Flower Dome. Apa yang kami rasakan waktu masuk ke sana? Bahagia! Lebay, ah! Eh, tapi beneran, loh. Memasuki Flower Dome, kami disambut dengan wangi semerbak yang menguar dari berbagai jenis tanaman dari daerah Mediterania dan negara-negara dengan curah hujan rendah. Belum lagi mata kami dimanjakan dengan pemandangan berbagai macam bunga yang cantik itu.

warna-warni bunga di Flower Dome

Emm, engga cuma bunga siy. Ada tanaman-tanaman lain dari padang pasir seluruh dunia, seperti kaktus yang berduri-duri sampe yang bikin geli cos penampakannya kayak ulat bulu raksasa. Hihihi...

ngeliat aja udah bikin gatel :p

Yang unik, disini juga ada tanaman laut. Penataan taman yang dinamakan Succulent Garden Seascape ini juga menyerupai di laut, dengan karang-karang kecil di sekitar tanamannya.

atap kacanya memantulkan hingga 60% panas matahari

Kebetulan waktu kami kesana, lagi ada pameran tulip. Pameran berjudul Tulipmania ini mendatangkan sekitar 20ribu tangkai tulip berbagai warna dari Amsterdam. Sayangnya tulip-tulip yang ada masih pada kuncup. Walo demikian, kebahagiaan yang kami rasakan saat berada disana engga berkurang.
 
Tulipmania at Flower Dome

Flower Dome niy luas banget. Untungnya, disediakan banyak bangku untuk beristirahat di berbagai sudut. Oya, walo cape jalan, kita engga cape buat poto-poto. Hihihi...

poto di berbagai sudut

Oya, di Flower Dome ini juga terdapat area dengan layar-layar multimedia. Sentuhan tangan kita pada dinding interaktif akan menunjukkan bahwa sekecil apapun perlakuan kita pada lingkungan, akan memberikan pengaruh bagi alam sekitar. Bagus niy, buat mengajarkan pada anak-anak sejak dini mengenai perlunya kepedulian terhadap lingkungan.

Dari Flower Dome, kami berpindah ke Cloud Forest. Memasuki area rumah kaca kedua ini kami langsung disergap oleh kabut dan udara sejuk yang nyaris dingin. Memang di-setting demikian, karena Cloud Forest memajang berbagai tanaman dataran tinggi dari berbagai belahan dunia, yang tentunya membutuhkan temperatur dan kelembaban yang pas agar dapat bertumbuh dengan baik disini. Selain udara dingin, kami juga disambut dengan cipratan air dari air terjun buatan yang menjulang setinggi 35 meter dari gunung yang juga buatan. FYI, warna sephia di foto di bawah ini bukan karena di-setting demikian, tapi malah karena salah setting-an. Maklum, ceritanya waktu masuk ke Cloud Forest ini, memory card di kameraku udah full, jadi pinjem kameranya Olik.

The Falls, air terjun buatan di Cloud Forest

Ditemani dengan berbagai jenis tanaman (termasuk berbagai jenis anggrek) yang ditumbuhkan di seluruh permukaan dinding vertikalnya, pemandangan yang disuguhkan bener-bener breathtaking. Dengan lift, kami menuju ke puncak air terjun. Area ini dinamakan "The Lost World".

Selanjutnya kami merasakan sensasi berjalan di atas awan dengan menyusuri jembatan di area yang dinamakan Cloud Walk. Oya, sambil menuju ke bawah, aku juga melihat-lihat pemandangan di luar dinding kaca yang melingkupi kita. Yang terlihat adalah pemandangan spektakuler dari Marina Bay Sands.

Marina Bay Sands di latar belakang

Sedangkan apa yang kami lihat di bawah kami, seperti layaknya pemandangan yang dilihat oleh mata burung...bird eye's view.

melongok ke bawah

Masih banyak area yang kami datangi di Cloud Forest ini. Ada Secret Garden dengan sungai buatan yang mengalir di tengahnya. Juga ada Crystal Mountain yang diisi stalaktit dan stalakmit buatan kayak di gua. Bicara tentang stalaktit dan stalakmit, jadi inget beberapa tahun lalu, waktu masih kerja di bank. Ketika itu aku dapet penugasan memonitoring kualitas pelayanan Bank X di kota 1001 Gua, yaitu Pacitan, Jawa Timur. Selesai bertugas, aku nyempetin berkunjung ke Gua Gong yang diklaim merupakan gua terindah se-Asia Tenggara. Keindahan stalaktit-stalakmitnya engga ada yang ngalahin! Uniknya, stalaktit-stalakmitnya berbunyi seperti gong ketika dipukul. Dulu gua ini dianggap angker karena sering terdengar bunyi gamelan, termasuk gong, dari dalam gua.

Oke, kembali ke topik utama. Setting taman di Cloud Forest ini bener-bener berbeda dengan Flower Dome. Kalo Flower Dome terkesan ceria dan hangat, Cloud Forest ini terkesan dingin dan misterius, seperti yang udah di"woro-woro"kan di dekat gerbang masuk Cloud Forest.

the cool, mysterious Cloud Forest

Saat kami meninggalkan area Cloud Forest sekaligus say goodbye to Gardens by the Bay, kami disambut oleh pemandangan senja di Marina Bay Sands. A beautiful scenery we just couldn't resist! So, we sat down and enjoyed the surroundings. Emm, tapi poto-poto kudu tetep jalan, dunk :D

Sunset at Marina Bay Sands

Oya, tadi rencananya kita mau ke Supertrees Grove sebagai menu penutup di Gardens by the Bay. Tapi karena kita udah cape banget jalan-jalan di 2 rumah kaca gede, jadi kita batalin deh. Maybe next time kalo kita pas ke SG lagi.

Untuk kembali ke stasiun Bayfront, lagi-lagi kita ngelewatin Dragonfly and Kingfisher Lakes. Dengan latar belakang Supertree Grove yang udah berhiaskan lampu, jadi pengen poto disana lagi :p

narsis depan danau edisi kedua

Oya, untuk menuju ke Gardens by the Bay tadi kan kita naik MRT trus turun di stasiun Bayfront. Nah, dalam perjalanan ke Gardens by the Bay ini, kita ngelewatin lorong berhiaskan gambar-gambar bunga yang diseling kaca. Cantik, deh. Selanjutnya kita naik lift menuju permukaan tanah. (ya, stasiun Bayfront tempat kita turun itu termasuk stasiun bawah tanah). Pulangnya, kita ngelewatin lorong itu lagi. Karena dinding lorongnya emang cantik,  banyak yang mengambil foto disana, termasuk kita :D

poto-poto di lorong stasiun yang cantik

Yak, berakhirlah cerita tentang Gardens by the Bay... Kalo ada waktu luang di SG, sempetin mampir kesana, deh. Nice experience ;)


6 comments :

vie3 said...

wah mak menarik, cakep2 banget ya bunganya. Pas banget nih, rencana aku emang mau kesini, jadi udah dikasih reviewnya nih asik.

isti thoriqi said...

Sippp deh, mak...Aslinya lebih keren dari yang aku share disini. Apa daya aku tak mampu mendeskripsikan semuanya :D
Kapan mau ksana, mak? #kepo :p

nopanngluyur said...

cara dapat diskon gimana kakak?

isti thoriqi said...

Diskon apa, ya?

jaka said...

terimakasih gan tentang infonya dan salam sukses

isti thoriqi said...

@Jaka: Terimakasih sudah mampir dan leave comment :)

Post a Comment