Container Icon

Kisah Misteri dan Sejarah di Pulau Onrust

Seperti udah aku janjiin di postingan sebelumnya, kisah lebih detil tentang Pulau Onrust akan aku ceritakan dalam postingan tersendiri. Pada masa pendudukan VOC, pulau ini memang digunakan sebagai tempat galangan kapal dan juga didirikan benteng disini. Apa siy galangan kapal itu? Galangan kapal adalah suatu tempat atau fasilitas untuk membangun kapal. Sebagai suatu tempat memproduksi kapal, jelas disana terdapat bengkel kapal untuk melakukan perbaikan/reparasi kapal. Sebagai bengkel kapal, nama Onrust tak tersaingi. Tukang-tukang kayu yang bekerja di Onrust dikenal sangat terampil.

peta Pulau Onrust tahun 1650 (sumber : Wikipedia)

Beberapa penjelajah samudera pernah singgah disini. Di antaranya Abel Tasman dan James Cook. Hayo, berasa pernah denger kedua nama itu, engga? *yang baca langsung berkerut keningnya* Yang udah tau, kayaknya pelajaran sejarahnya emang dapet nilai bagus. Yang belum inget juga, aku kasih tau aja deh. Pelajaran sejarah mengajarkan bahwa Abel Tasman adalah penemu Tasmania (Selandia Baru), sedangkan James Cook adalah penemu benua Australia.

Aku mau menjelaskan sedikit tentang sejarah penemuan benua Australia ini. Pada tahun 2007, ada revisi dari pelajaran sejarah yang telah kita terima dulu. Klaim pelaut berkebangsaan Inggris James Cook sebagai penemu benua Australia pada tahun 1770 telah terbantahkan.Selembar peta kuno dari abad ke-16 membuktikan bahwa orang Eropa pertama yang berlayar sampai ke Australia adalah para pelaut Portugal. Fakta sejarah itu terungkap saat Peter Trickett, seorang penulis Australia meneliti peta kuno di perpustakaan Los Angeles. Peta itu menggambarkan secara terperinci mengenai Teluk Botany.

Berbekal pengalamannya meneliti peta kuno selama 8 tahun, Trickett menyatakan bahwa armada kapal Portugal yang dipimpin Christopher de Mendonca mencapai Teluk Botany (saat ini bernama Sydney Harbour), pantai timur Australia, pada 1522 setelah mereka berlayar ke Kepulauan Maluku untuk mencari rempah-rempah. Dan itu terjadi 248 tahun sebelum James Cook sampai disana. Walaupun ada sedikit revisi atas penemuannya, Kapten James Cook tetaplah seorang penjelajah berprestasi. Cook banyak memetakan wilayah dan beberapa pulau, garis pantai pada peta Eropa untuk pertama kalinya. Prestasinya dapat dikaitkan dengan kombinasi dari ilmu pelayaran, survei unggul dan ketrampilan kartografis dan keberanian dalam mengeksplorasi lokasi yang berbahaya untuk mengkonfirmasi fakta-fakta.

Eh, jadi melebar ya, ceritanya? Maaf, maaf, abisnya kisah tentang James Cook sendiri memang menarik. Bahkan akhir hidupnya pun tidak biasa. Ia dibunuh oleh penduduk pribumi di Hawaii. Ia dibunuh saat mencoba untuk mengambil sandera Raja Hawaii karena salah satu perahu kecilnya diambil penduduk. Cerita Hawaii mengatakan bahwa ia dibunuh oleh seorang kepala suku bernama Kalanimanokahoowaha. Tentang fakta lebih akuratnya, silakan googling. Hehehe...

Oke, kembali ke cerita tentang Onrust. Seperti telah disinggung di atas, antara tahun 1911 dan 1933, Onrust difungsikan sebagai sanatorium TBC sekaligus pusat karantina haji yang baru pulang dari Mekkah. Alasan kamuflasenya adalah untuk menjaga kesehatan. Sebenarnya, apa alasan utama dari pengadaan karantina haji ini? Jawabannya adalah kekhawatiran pemerintah Hindia-Belanda. Pada masa itu, setelah selesai melaksanakan ibadah  haji, orang-orang menetap di Arab selama 3 bulan lamanya untuk belajar agama kepada ulama-ulama terkemuka. Dikhawatirkan hal itu akan menimbulkan pembaruan pemikiran dalam diri para jemaah haji tersebut yang mana akan memunculkan ide-ide baru untuk menentang penjajahan.

Kadang saat ditemukan adanya jemaah haji yang dinilai berbahaya oleh pemerintah Hindia Belanda, mereka akan diberi suntik mati dengan alasan beragam. Untuk memudahkan pengawasan para jemaah haji, pemerintah Hindia Belanda memberikan gelar baru kepada mereka, yaitu "Haji". Karena dari sejarahnya, mereka yang ditangkap, diasingkan, dan dipenjarakan adalah mereka yang memiliki gelar haji. Jadi bertanya-tanya, pantaskah diberi gelar haji setelah mengetahui asal-muasal gelar haji ini? *engga ada maksud apa-apa, cuma menceritakan informasi yang aku dapet dari tour organizer*

bekas Barak Karantina Haji (dok : Smartrip)

Selanjutnya, selama tahun 1933 sampai 1940, Pulau Onrust dijadikan sebagai tempat tawanan para pemberontak yang terlibat dalam "Peristiwa Kapal Tujuh" (Zeven Provincien) untuk selanjutnya dikuburkan di Pulau Kelor. Oya, Zeven Provincien artinya tujuh propinsi, diambil dari keadaan negeri Belanda saat itu yang mana memiliki tujuh propinsi. Kemudian pada tahun 1940 dijadikan sebagai tempat tawanan orang-orang Jerman yang dituduh dalam gerakan NAZI pro Hitler yang ada di Indonesia.

Tahun 1942, setelah Jepang menguasai Batavia, Onrust dijadikan penjara bagi tahanan kelas berat. dan tahanan politik, salah satunya adalah D.N. Aidit yang kemudian menjadi tokoh PKI. Pada masa Indonesia merdeka hingga awal 1960-an, Onrust dimanfaatkan sebagai Rumah Sakit Karantina terutama bagi penderita penyakit menular (misalnya lepra) di bawah pengawasan Departemen Kesehatan RI. Tahun 1960-1965 difungsikan untuk penampungan para gelandangan dan pengemis. Selain itu juga dimanfaatkan untuk latihan militer. 

Pulau ini terbengkalai, dianggap tak bertuan hingga tahun 1968 terjadi pembongkaran dan pengambilan material bangunan secara besar-besaran oleh penduduk atas ijin kepolisian setempat. Sampai kemudian tahun 1972 Gubernur DKI Jakarta mengeluarkan SK yang menyatakan Pulau Onrust sebagai pulau bersejarah.

Oya, waktu kami berkunjung ke Pulau Onrust, kami menemukan banyak makam disana. Ada 2 makam keramat tak bernama dengan bendera merah putih dipancangkan disana. Kabarnya, salah satunya adalah makam petinggi DI/TII Sekarmadji Maridjan Kartosoewirjo yang dieksekusi pada pemerintahan Presiden Soekarno. Pemimpin pemberontakan DI/TII di Jawa Barat pada tahun 1949 itu ditembak mati pada tanggal 5 September 1962. Namun sumber terbaru kalo SM Kartosoewirjo bukan dimakamkan di Pulau Onrust, tapi di Pulau Ubi yang lokasinya memang berdekatan dengan Pulau Onrust. Hanya saja Pulau Ubi sudah tenggelam oleh abrasi air laut. Jadi siapa yang dimakamkan di Pulau Onrust? Entahlah...

Sebelum kami bertemu dengan makam keramat itu, kami bertemu kompleks pemakaman Belanda. Di tengah kompleks pemakaman ini, ada 1 pohon tua yang gede.

di tengah kompleks pemakaman Belanda (dok : Smartrip)

Salah satu cerita misteri yang terkenal di sana adalah kasih tak sampainya Maria Van de Velde. Maria meninggal mengenakan baju pengantinnya, menunggu sang kekasih yang akan datang dari Belanda. Yang bikin hampa, penantiannya  benar-benar sia-sia karena kekasih yang ditunggunya sebenarnya udah meninggal duluan.

Maria meninggal pada usia 28 tahun. Kenapa Maria bisa meninggal muda? Bukan karena bunuh diri, tapi karena penyakit pes yang pada masa itu menjadi wabah. Tikus-tikus itu sendiri bisa berada di Pulau Onrust karena terbawa oleh kapal-kapal Belanda yang sering singgah disana. Yang bikin serem, konon, pada hari-hari tertentu, Maria masih suka menampakkan dirinya.

makam Maria Van de Velde


Di atas makam Maria tertulis puisi dalam Bahasa Belanda :

Tel leven Hadde God Haar
T leven Willen Sparen
Dogh T Blijckt Jehova Heeft
Dat Door Den Doot Belet
Maria dies Is Weg
Maar Neen K Herroep Dat Woort
Als Onbedagh Gesprokeen
En T Sy Van Myn Aanstont
Op Hesterdaat Gevrokeen
Maria Leeft by Haar Heer
Gebooren Tot Amsterdam
Deen 29 Desember 1693
Gestroven Den 19 November
Anno Op Onrust 1721

Maunya aku terjemahin pake Google Translate. Eh, lha kok jadi kacau banget. Akhirnya aku googling, nyari yang pernah nulis tentang Maria ini. Katanya siy, kalimat-kalimat di atas kalo diterjemahin ke dalam bahasa Indonesia, artinya kurang lebih seperti di bawah ini :


Maria van de Velde
mayatnya dikubur
walaupun ia pantas
hidup bertahun-tahun lamanya
seandainya Tuhan
berkenan demikian
namun rupanya, Jehova
menghalangi itu dengan kematian
Maria hilang, Maria tiada lagi
bukan! saya tarik kembali kata itu
karena diucapkan tanpa pikir panjang
maka semoga kelancanganku
lansung didenda
kini Maria baru sungguh-sungguh hidup
sejak hidup dekat Tuhannya
lahir di Amsterdam
tanggal 29 Desember 1693
meninggal tanggal 19 November
1721 di Onrust


Oya, di Pulau Onrust ini, ada satu bangunan utuh yang dipergunakan sebagai museum arkeologi. Rombongan peserta tour yang laen pada masuk kesana. Kitanya malah jalan-jalan sendiri. Hihihi... Abisnya engga ada panitia yang woro-woro, tau-tau pada ngilang aja abis makan siang *agak sakit ati cos ditinggalin*

Btw, ada yang nyadar engga, kenapa sepanjang postingan di atas engga ada poto-poto kita? Abisnya kita engga berani masuk-masuk ke kompleks pemakaman. Apalagi ngambil poto. Secara ada Baby Nizam, gitu. Baby kan lebih sensitif ama hal-hal berbau gaib. Daripada kenapa-kenapa nantinya. Hehehe...

Oke, segini aja cerita tentang Pulau Onrust. Engga nyangka, ternyata Kepulauan Seribu memang menyimpan banyak sejarah.

12 comments :

Leyla Hana Menulis said...

Menarik sekali kisah hantu Maria nih. Seperti pernah membacanya di novel.

isti thoriqi said...

Iya, Mak Leyla Hana...mungkin kisah Maria ini menginspirasi novel :D

Fyan Bagol said...

Nais info ukhti, syukron,,,

isti thoriqi said...

Makasih juga :)

saulendra said...

kisah pulau onrust cukup lengkap

isti thoriqi said...

Hehehe...

pulau ayer said...

kereeen :)

isti thoriqi said...

Makasiy, Admin Pulau Ayer :)

agen tiket pesawat said...

MAKASIH YA INFO NYA BAGUS BANGET

isti thoriqi said...

Terima kasih sudah mampir :)

Ahmad Fikri auzan said...

apakah pulau diatas memang tidak boleh didokumentasikan?
atau memang ada larangannya?

kalau boleh tau juga apakah ada pengurus pulau onrust disana?

Terima kasih :)

isti thoriqi said...

Kata siapa tidak boleh didokumentasikan? Waktu kita kesana, kita bebas poto2 kok. Ttg pengurus, saya kurang tau. Maklum, ikut open trip :D

Post a Comment