Container Icon

Kisah Misteri dan Sejarah di Pulau Onrust

Seperti udah aku janjiin di postingan sebelumnya, kisah lebih detil tentang Pulau Onrust akan aku ceritakan dalam postingan tersendiri. Pada masa pendudukan VOC, pulau ini memang digunakan sebagai tempat galangan kapal dan juga didirikan benteng disini. Apa siy galangan kapal itu? Galangan kapal adalah suatu tempat atau fasilitas untuk membangun kapal. Sebagai suatu tempat memproduksi kapal, jelas disana terdapat bengkel kapal untuk melakukan perbaikan/reparasi kapal. Sebagai bengkel kapal, nama Onrust tak tersaingi. Tukang-tukang kayu yang bekerja di Onrust dikenal sangat terampil.

peta Pulau Onrust tahun 1650 (sumber : Wikipedia)

Beberapa penjelajah samudera pernah singgah disini. Di antaranya Abel Tasman dan James Cook. Hayo, berasa pernah denger kedua nama itu, engga? *yang baca langsung berkerut keningnya* Yang udah tau, kayaknya pelajaran sejarahnya emang dapet nilai bagus. Yang belum inget juga, aku kasih tau aja deh. Pelajaran sejarah mengajarkan bahwa Abel Tasman adalah penemu Tasmania (Selandia Baru), sedangkan James Cook adalah penemu benua Australia.

Wisata Sehari ke Pulau Kelor, Cipir, dan Onrust

Cerita wiken di Bandung belum selesai, tapi kali ini aku malah pengen nulis tentang pengalaman jelajah 3 pulau yaitu Pulau Kelor, Pulau Cipir, dan Pulau Onrust yang masuk ke wilayah Kepulauan Seribu bersama Smartrip Adventure. Promonya siy wisata alam, sejarah, budaya, dan religi bergabung menjadi satu di event One Day Trip ke 3 pulau ini. Cukup dengan membayar 115 ribu per orang, peserta tour mendapatkan tiket kapal (pp), tiket masuk pulau, materi wisata sejarah, guide, dan dokumentasi. Untuk makan dan asuransi tidak ditanggung. Oya, untuk balita, diskon 50%.

Jam 5 pagi, aku, Ratna, Ivna, Baby Nizam en Papa Nizam jalan kaki ke pinggir jalan besar buat nyari taksi. Weww, pagi banget!? Iya, soalnya kita kudu kumpul di Muara Kamal jam 7.30. Dan kita belum tau pasti bakal butuh waktu berapa lama buat nyampe kesana. Engga enak dunk, kalo kita ntar telat en bikin peserta trip laennya nungguin. Mendingan kita dateng kepagian deh.

Floating Market (masih di) Lembang

Kali ini aku masih pengen ngelanjutin cerita tentang wiken di Bandung. Puas hore-horean di De Ranch yang udah aku ceritain disini, kita lanjut ke Floating Market alias pasar terapung yang cuma 15 menit bermobil dari De Ranch. Kali ini tiket masuknya 10 ribu, lagi-lagi bisa dituker minuman. Sayang minuman dingin yang tersedia cuma lemon tea. Karena aku kurang sreg ama lemon tea, aku nukerin tiketku dengan nescafe latte panas. Pemandangan yang tersaji saat kami keluar lobi adalah sebuah danau yang bernama Situ Umar. 

Situ Umar Floating Market
Situ Umar

Lokasi Floating Market sendiri adalah di kolam di sisi seberang danau. Untuk menuju ke pasarnya, kami bisa naik perahu (cukup dengan membayar 1000 per orang) atau jalan kaki menyusuri pinggir danau. Karena belum sholat, kami memutuskan untuk ke musola dulu yang berada di sisi kiri Situ Umar. Selesai sholat, ternyata turun hujan. Yang semula kami pengen naik perahu untuk menuju Floating Market berubah jadi jalan kaki aja. Engga jauh kok. Kami melewati beberapa gazebo. Di sekitar Situ Umar, selain terdapat banyak resto, memang banyak terdapat gazebo.