Container Icon

Museum Kata dan Tradisi Bedulang (Masih tentang Belitung)

with Andrea Hirata, author of "The Rainbow Troops"

Seperti sudah aku janjiin di postingan sebelumnya, cerita tentang Museum Kata dan tradisi bedulang bakal aku bahas di postingan tersendiri. Langsung aja deh, ya. Dengan diiringi alunan lagu Bunga Seroja, kami berbelok ke sebuah jalan yang plangnya bertuliskan Jl. Laskar Pelangi. Dan sampailah kami di Museum Kata milik Andrea Hirata.

pose dulu ama Mba Via

Cerita Perjalanan: Menyusuri Negeri Laskar Pelangi

Mari menyusun seroja bunga seroja
Riasan sanggul remaja putri remaja
Rupa yang elok dimanja jangan dimanja
Pujalah ia oh saja sekedar saja

Mengapa kau bermenung oh adik berhati bingung
Mengapa kau bermenung oh adik berhati bingung
Janganlah engkau percaya dengan asmara
Janganlah engkau percaya dengan asmara
Sekarang bukan bermenung jangan bermenung
Sekarang bukan bermenung jangan bermenung
Mari bersama oh adik memetik bunga
Mari bersama oh adik memetik bunga

Lagu Bunga Seroja yang dilantunkan oleh Veris Yamarno dan Mara Kama dan merupakan salah satu soundtrack dari film Laskar Pelangi, menjadi teman perjalanan kami saat memasuki Gantong. Perjalanan ke Gantong ini merupakan salah satu agenda dari tour kami ke Belitung. Saking panjangnya, cerita tentang perjalanan kami menyusuri Negeri Laskar Pelangi ini bakal aku bagi dalam beberapa postingan. Walopun udah dibagi, tetep aja postingan yang satu ini bakal panjang banget, karena menceritakan secara garis besar tour 4 hari 3 malam kami. Jadi, sebelum scroll ke bawah, kalo bisa siapin cemilan buat temen baca.  Engga usah dipaksain kalo udah cape bacanya, kan bisa dilanjutin besoknya :D

Pertama, aku kasih liat dulu siapa yang aku maksud dengan "kami" di atas...

atas : Mas Dimas, Mba Via, aku
bawah : Mba Arie, Evi, Bu Iin, Mba Kania
foto : koleksi Mba Kania

Tragedi Tiket

Ada engga siy, orang yang udah menyusun segala rencana untuk pulang kampung dari jauh-jauh hari, namun beberapa hari sebelum hari H baru menyadari kalo dia belum beli tiket buat pulang? Ya ampun, bego banget siy, tuh orang! Masalahnya, spesies sejenis itu ada, yang mana salah satunya adalah aku.

(sumber : www.angelita-rentcar2.blogspot.com)

Benernya aku bukannya engga nyiapin dari jauh-jauh hari. Malahan dari Juni kemaren udah reservasi tiket buat pulang ke Malang di long weekend Natal ini, cos kebetulan waktu itu ada promo Garuda. Jakarta-Malang pp cuma 615 ribu, padahal tiket non Garuda aja masih 500ribuan sekali jalan. Masalahnya, waktu tiba saatnya bayar, koneksi internetnya trouble gitu. Yang mana menyebabkan kegagalan pembayaran via CC aku.

Ini Kursiku, Mana Kursimu?

Waktu nonton 5 cm di Atrium Senen kemarin, kita bertiga (aku, Ratna, en Ivna) milih buat duduk di baris E, deket lorong. Walopun saat memilih tiket, di baris A-D masih banyak seat kosong, tapi menurut kami, baris E ato F itu yang paling pas. Pandangan mata ke layar kayaknya lurus, gitu. Engga perlu mendongakkan ato menundukkan kepala demi menikmati film yang diputar.

(sumber : www.uniknih.com)
Kami baru masuk studio 2 menjelang film dimulai. Saat kami menuju ke seat kami, yaitu E 6-7-8, ternyata seat E6 sudah ditempati. Hmm, pasti ada oknum yang seenaknya sendiri, niy, pindah kursi. Aku melayangkan pandang ke arah E2 yang kosong, disusul dengan memfokuskan pandangan ke orang yang duduk di E3. Ternyata bener dugaanku, si cewe yang duduk di E3 itu tersangkanya. Dia langsung bergeser ke arah kanan, diikuti dengan pergeseran 3 orang di sebelahnya, sampai akhirnya seat E6 siap untuk aku duduki.