Container Icon

Bangka Udah, Selanjutnya : Belitung!

Semuanya berawal dari ajakannya Mba Via untuk menghabiskan long weekend November di Belitung. Dia siy ngajakinnya udah lama, sekitar 2 bulan yang lalu. Nah, waktu Mba Via ngajakin liburan itu, aku ngiranya bakal ke Bangka juga. Lha, males juga kalo ke Bangka lagi, secara aku baru ke sana beberapa bulan lalu, tepatnya bulan April. Itu pun dadakan cos rencananya aku cuma pengen berkunjung ke Vivien di Palembang. Vivien niy temen seperjuangan dari Malang yang ditempatkan di Palembang. Tapi gara-gara Anis yang juga asli Malang tapi sekarang ditempatkan di Bengkulu ngajak ketemuan di Bangka, ya sudahlah, kita ketemuan di Bangka. Ternyata Anis engga dateng sendirian, tapi bersama 1 temennya di Couchsurfing yaitu Sisil dari Padang. Jadilah aku dadakan beli tiket pesawat lagi dari Palembang menuju Bangka. Objek wisata di Bangka adalah pantai, banyak pantai. Dalam sehari disana, kami berkunjung ke 5 pantai, yaitu Pantai Rebo, Pantai Matras, Pantai Penyusuk, Pantai Tanjung Pesona, dan Pantai Parai. Eh, kok jadi cerita yang udah lalu begini ya? Ga papa deh. Sekalian pengen narsis majang foto lama, ceritanya.

Tiga Aremanita Terdampar di Pulau Bangka
Batu-batu besar merupakan ciri khas pantai di Kepulauan Bangka-Belitung

Mau langsung ke topik utama, nanggung niy. Sekalian aja aku lanjutin dikit ya, ceritanya. Di Bangka itu kami menginap di Wisma Flamboyan di Sungailiat. Murmer gitu deh. Harga sewanya hanya 150 ribu per malam untuk 2 orang termasuk breakfast. Karena di kamarnya ada 2 bed gede gitu, kami memutuskan untuk sekamar berempat. Untuk 2 orang tambahannya dikenakan charge 30 ribu per orang. Fasilitasnya ada kamar mandi dalam dan televisi. Oya, wisma tersebut juga menyediakan fasilitas penyewaan motor, dengan tarif 75 ribu per hari. Anis dan Sisil sudah menyewa 1 motor karena mereka udah dari malam sebelumnya menginap di sana. Aku dan Vivien yang datang belakangan engga perlu menyewa motor karena selama di Bangka, ada 1 orang temen Vivien yang bersedia menyediakan mobil sekaligus menjadi tour guide. Hehehe...

Aku dan Vivien hanya menginap semalam di Bangka. Besok paginya, kami berempat meninggalkan Bangka untuk kembali ke Palembang. Dari penginapan, kami dijemput travel jam 7 pagi. Ongkos travelnya 50 ribu. Setelah melalui perjalanan darat 4 jam, kami sampai di Pelabuhan Muntok. Dari sana, kami melanjutkan perjalanan dengan jetfoil (kapal cepat) yaitu KM Sumber Bangka. Kami memilih untuk membeli kursi di kelas eksekutif, yaitu seharga 185 ribu. Perjalanan menuju Palembang memakan waktu 4 jam. Selain jetfoil, ada pilihan transportasi lain yaitu kapal feri. Ongkosnya hanya 30 ribuan, tapi perjalanannya bakal memakan waktu 2 kali lipat lebih lama. Wedew...

Oya, tadi saya saya sempat bercerita bahwa dari Palembang saya naik pesawat ke Bangka. Harga tiket Sriwijaya Air saya "hanya" 290 ribu. Walo masih ditambah airport tax 35 ribu, sepertinya mendingan naik pesawat yang cuma memakan waktu setengah jam. Tapi trus saya mengingat-ingat lagi alasan saya kenapa memilih kembali ke Palembang dengan jetfoil. Yaitu adalah karena tiket pesawat untuk kembali ke Palembangnya sudah mencapai harga 600 ribu-an. Ga papa deh, itung-itung jadi punya pengalaman naik jetfoil :D

Maap, cerita Bangka-nya cuma sekilas banget. Untuk lebih lengkapnya, boleh mampir ke blog-nya Sisil.

Oke, sekarang bener-bener kembali ke topik utama. Harga paket tour kami yaitu Rp 1.655.000 untuk 4 hari 3 malam, sudah mencakup akomodasi, transportasi selama di Belitung (mobil dan perahu motor), makan dan snack, tiket masuk tempat-tempat wisata serta guide. Untuk tiket ke Belitungnya kami membeli sendiri-sendiri. Saya mendapatkan harga 1.455.000 untuk tiket Sriwijaya Air Jakarta-Tanjung Pandan pp. Karena rombongannya Mba Via berjumlah 7 orang alias ganjil, padahal 1 kamar untuk 2 orang, diputuskan kalo aku pake extra bed aja. Benernya bisa aja aku sekamar ama temen dari rombongan lain, tapi kayaknya kurang asyik kalo engga sekamar ama yang kita kenal. Berita baiknya, untuk pemakai extra bed, harga paket tour-nya akan dikurangi 210 ribu per malam-nya. Artinya aku dapet pengurangan 630 ribu. Dengan kata lain, harga paket tour-ku cuma 1.025.000. Wowww...hepi bener jadinya! *dancing-dancing*

Tunggu cerita liburan kami bulan November nanti, ya! ;)

2 comments :

Vivien DH said...

weeehhhh ada Q ada aQ..... hahaaayyyyy...

isti said...

Sik tas atene tak tag nang fb wis kedhisikan. Wkwkwk...Btw, inisial mburine malih DH ;) Hehehe...

Post a Comment