Container Icon

Tips: Apa Saja yang Harus Dibawa Saat Travelling

Nite, gaesss...

Bicara tentang tips travelling, pastinya udah banyak banget yang pernah ngebahas, baik di blog maupun di majalah. Hanya saja tips-tips yang pernah saya baca biasanya hanya membahas hal-hal yang bersifat umum, misalnya tentang persiapan itinerary, pemilihan penginapan, anggaran, dan pastinya kewajiban untuk menghormati kebiasaan setempat serta menaati aturan yang berlaku di daerah yang akan kita kunjungi. Karena itu, saya jelas tidak akan menambah kebosanan para traveler pemula yang tiap kali googling tentang tips travelling, yang ditemukan hanya itu-itu saja. Disini saya akan menulis apa aja yang kudu dibawa saat travelling. Mudah-mudahan bermanfaat...

photo taken at Sikunir, Dieng Plateau

Seringkali saat kita sudah berada dalam perjalanan, kita baru menyadari bahwa ada sesuatu yang ketinggalan. Ketika akan mandi, baru ngeh kalo handuk lupa dimasukkan. Saat batere HP habis, baru ingat kalo charger ternyata belum dimasukkan ke dalam tas. Berniat pake powerbank, malah baru nyadar kalo powerbank tersebut belum dicas sebelum berangkat tadi. Hihihi...

Pengumuman Penting

Assalamu'alaikum... 

Hari ini saya mau kasih pengumuman penting buat para pembaca setia. Dalam rangka menuju masa depan yang lebih cerah, saya akan memisahkan postingan tentang traveling dengan postingan personal yang random. Emm, sebagai penulis yang banyak tergantung sama mood, postingan traveling saya juga suka random, siy. Haduhhh, bikin alasan ternyata susah bener yak.

Intinya, berdasarkan saran dari para ahli, saya bermaksud membuat blog yang specialized. Yang satu ini tetep saya pertahankan sebagai blog untuk menulis cerita tentang traveling. Bukan bermaksud sok traveler, karena apalah saya ini dibandingin dengan para pejalan yang di luar sana. Cuma bertujuan supaya pembaca yang kebetulan terdampar disini bisa lebih menikmati cerita petualangan saya. Engga terdistraksi dengan sisi lain saya sebagai seorang model pegawai kantoran yang terjebak di antara keinginan hidup sederhana tapi tidak bisa tidak untuk tergiur dengan aura hedonisme Jakarta :p

Jadi, kisah-kisah lain yang tidak ada sangkut pautnya dengan traveling sudah dipindah ke blog yang baru yaaa :


Kenapa isti-PEDIA? Karena blog tersebut semacam kamus tentang saya. Hahaha... #garing
Tapinya harap maklum kalo rumah sebelah masih dikunci. Namanya juga baru ditempatin, jadinya masih dirapiin dulu, gitu.

So, yang masih pengen ngikutin kisah jalan-jalan saya, monggo stay tune disini! Yang lagi bengong engga tau mau ngapain, monggo mampir ke sebelah ;)

Sekian pengumuman penting hari ini. Terima kasih sudah meluangkan waktu untuk membaca :)

Waalamu'alaikum wr.wb.

Mencari Cermin di Goa Batu Cermin

Sepulang dari Cunca Wulang, rombongan kecil yang terdiri dari saya, Mba Tati, Mad, Mas Gun, dan Gesine menuju Goa Batu Cermin. Letaknya di Desa Wae Sambi hanya berjarak sekitar 4 km dari pusat Labuan Bajo.

Welcome to Batu Cermin

Kami sampai di Goa Batu Cermin ketika waktu sudah menunjukkan pukul 16.30. Kami pun membeli tiket masuk seharga 10 ribu Rupiah per orang (tidak ada perbedaan antara wisatawan domestik dan asing). Selanjutnya ditemani oleh seorang pemandu yang usianya masih sekitar 20 tahun, kami berjalan menyusuri jalan setapak sepanjang 300 meter menuju goa.

Si pemandu meminta ijin untuk memberi penjelasan dalam bahasa Inggris. Langsung kami iyakan, daripada kami harus mengalihbahasakannya lagi untuk Gesine. Tentang penggunaan bahasa ini, saya jadi teringat akan pemandu di Pulau Rinca. Karena orang asing di rombongan kami hanya satu yaitu Gesine, dia tetap menjelaskan segala sesuatunya dalam bahasa Indonesia. Yang ada kami bergantian menjadi penerjemah untuk Gesine.

Cunca Wulang, Air Terjun di Dasar Lembah

Kali ini saya ingin share tentang Cunca Wulang. Masih lanjutan dari Komodo Sailing Trip yang pernah saya tulis 2 bulan lalu. Pukul 10 pagi, saat sebagian besar peserta Komodo Sailing Trip bersiap untuk check out, saya bersama Mba Tati, Mad, Mas Gun dan Gesine memutuskan untuk explore Labuan Bajo, Manggarai Barat. Dengan menyewa mobil, kami menuju Cunca Wulang (artinya : air terjun yang berada di "dasar" lembah). Dalam perjalanan kesana, kami mampir dulu di Restoran Padang untuk membeli bekal makan siang. Maklum, di Cunca Wulang nanti kami tidak akan menemukan warung makan.

Mengingat Gesine yang berasal dari Jerman adalah seorang vegetarian, saya meluangkan waktu untuk menjelaskan terlebih dahulu mengenai menu di Restoran Padang kepadanya. Untunglah dia masih tidak keberatan untuk mengonsumsi telur. Tentang rasa masakan Padang yang tasty, menurut dia tak ada salahnya mencoba :) *at the end, she told me she like it!*

Kami bermobil selama 1,5 jam melewati jalanan berliku. Di tengah jalan, Gesine sempat meminta berhenti untuk membeli pisang susu di tepi jalan. Harganya cuma 7000 Rupiah per sisir. Kami membeli 2 sisir pisang. Setelah mobil tiba di kampung penduduk, ternyata perjalanan masih harus dilanjutkan dengan trekking selama 1 jam menyusuri hutan dengan ditemani seorang pemandu. Si pemandu juga membantu membawakan barang-barang kami. Kerennya, si pemandu ini engga pake alas kaki loh!

si pemandu kami

Hotel Quickly, Pesen Hotel Dadakan tapi Tetep Dapet Diskonan

Hotel Quickly punya metode pembayaran terbaru yaitu dengan cara transfer melalui ATM! Demi kepuasan pembaca *halah*, tulisan ini pun diedit (pada tanggal 1 Februari 2016).

Assalamu'alaikum...
*memasuki blog dengan santun ala wanita sholehah*
*ngebenerin jilbab sebelum memasuki lapak berdebu*

Saya tetiba tersadar kalo udah lama banget engga update blog. Sepertinya udah sekitar 1 bulan, 16 hari. Eh, bener ya? *emang beneran ngitung siy*. Maafkan saya, pembaca tercinta... Saya sedang sibuk mempertanyakan arti hidup ini *mulai geje*.

Jadi, apakah ada alasannya kenapa saya lama engga nge-blog? Hmm, kalo boleh engga jujur, saya bakal bilang, karena kesibukan. Tapi itu engga jujur. Karena, mau sesibuk apapun, pastinya selalu ada waktu buat nge-blog. Kalo siangnya kerja ato traveling (pas wiken, gitu), ya bisa malemnya. Kalo malemnya hangout *haiyah*, ya bisa lebih malem lagi. Trus kapan bobonya? Ya abis nge-blog. Lha wong sebelum bobo saya malah bisa nyempetin main game "Match Mania" kok. Itu loh, game yang masang-masangin "tile" dengan gambar sama sampe layarnya kosong. Syaratnya antar kedua "tile" cuma boleh terkoneksi oleh maksimal 3 garis trus keduanya engga keblok sama "tile" lain. Itu game favorit saya banget! Kalah deh, Angry Birds! Apalagi Candy Crush ato masak-masakan *eh, yang terakhir itu favorit suami saya :p*.

Saya jadi engga enak sendiri kalo kelamaan engga nulis. Secara saya udah punya komitmen untuk nulis minimal sebulan sekali. Ini aja tersentil untuk nulis lagi gara-gara kemarin terjadi obrolan berikut:
Temen kantor : "Mba, kemarin aku ngobrolin tentang Labuan Bajo ama temenku. Trus dia kasih link blog. Lha kok ternyata yang dikasih itu link blog-mu."
Saya : "Iyakah? trus kamu bilang ke dia kalo kamu temen kantorku?"
Temen kantor : "Engga."
Saya engga berani menanyakan kenapa. Karena saya tau jawabannya...