Container Icon

Tips GATF 2017

Mengingat sebagian teman saya adalah traveler, berikut tips #GATF2017 dari saya :
- Kalo memang mau cari tiket, tentukan rute dan tanggalnya. Siapkan beberapa alternatif. Cari tahu juga harga tiket normalnya, untuk bahan pertimbangan dan perbandingan. Engga perlu pindah travel agent. Harganya mirip2 kok.
- Kalo punya CC BNI Platinum, antrilah dari dini hari (!) untuk dapet gelang cashback (kuota 350 orang). Kalo sudah beli tiket, segera antri di counter khusus untuk klaim cashback.
- Kalo engga punya CC BNI Platinum, dateng menjelang loket tiket dibuka juga engga masalah. Saya tadi datang jam 10, masuk jam 11. Harga tiket 35ribu. Tapi saya tadi dikasih tiket gratis sama pemilik CC BNI premium (Platinum/Garuda/Signature/Infinite) tak dikenal yang kebetulan antri bareng (dan ngobrol2 pastinya, seperti biasanya saya lah, chit chat with strangers 😂). Jadinya saya malah dapet 2 tiket. 1 tiket saya kasih ke orang lain yang juga tak dikenal. Hehe...
- Penggunaan CC selain BNI akan dikenai charge 2,5% atau 3%. Kalau berhasil dapet pinjeman CC, engga perlu koar-koar kalo itu bukan punya kamu. Semua counter memang tidak diizinkan membawa EDC selain EDC BNI.
- CC BNI selain yang premium engga dapet cashback, tapi bisa dapet cicilan 0% selama 6 bulan/12 bulan.
- Beberapa travel agent menyediakan hadiah untuk pembelanjaan tertentu. Ada yang minimal 1 juta, 11 juta, 20 juta, dll.

Setelah beli tiket:
- Antri di counter Redemption. Disana akan dapet kupon lucky draw/game/hadiah langsung (tergantung nominal belanja). Tadi siy saya dapat voucher make up dari Make Up For Ever dan voucher dari Old Town White Coffee.
- Kalo total belanja tiketmu > 5juta dan kamu punya Garudamiles, mampirlah ke counter Garudamiles untuk mendapatkan lucky draw. Tadi siy saya dapet 2 voucher Celebrity Fitness.
Kalo belum punya Garudamiles, bikin di booth nya Citilink aja. Ada games yang hadiahnya tiket pp! (Saya engga bisa ikut karena sudah punya Garudamiles 😥). Btw, Citilink kasih diskon 10% all routes selama GATF plus kesempatan memutar wheel of fortune.
- Isi survei Garuda di dekat panggung utama dan dapetin goodie bag (isinya majalah, bolpoin, luggage tag).
- Kalo mau, bisa mampir ke booth Nu Oceana deket situ dan dapet minuman gratis sejumlah penumpang di tiketmu.

Kalopun engga beli tiket, masih bisa mampir ke banyak booth disana. Beberapa bakal ngasih goodie bag atau hadiah. Syaratnya palingan cuma install berbagai aplikasi yang ditawarkan. Sempetin foto di booth-nya (ada yang ngasih cetakan fotonya), aplot-aplot, siapa tau menang lomba di sosmed.

Tips: Apa Saja yang Harus Dibawa Saat Travelling

Nite, gaesss...

Bicara tentang tips travelling, pastinya udah banyak banget yang pernah ngebahas, baik di blog maupun di majalah. Hanya saja tips-tips yang pernah saya baca biasanya hanya membahas hal-hal yang bersifat umum, misalnya tentang persiapan itinerary, pemilihan penginapan, anggaran, dan pastinya kewajiban untuk menghormati kebiasaan setempat serta menaati aturan yang berlaku di daerah yang akan kita kunjungi. Karena itu, saya jelas tidak akan menambah kebosanan para traveler pemula yang tiap kali googling tentang tips travelling, yang ditemukan hanya itu-itu saja. Disini saya akan menulis apa aja yang kudu dibawa saat travelling. Mudah-mudahan bermanfaat...

photo taken at Sikunir, Dieng Plateau

Seringkali saat kita sudah berada dalam perjalanan, kita baru menyadari bahwa ada sesuatu yang ketinggalan. Ketika akan mandi, baru ngeh kalo handuk lupa dimasukkan. Saat batere HP habis, baru ingat kalo charger ternyata belum dimasukkan ke dalam tas. Berniat pake powerbank, malah baru nyadar kalo powerbank tersebut belum dicas sebelum berangkat tadi. Hihihi...

Pengumuman Penting

Assalamu'alaikum... 

Hari ini saya mau kasih pengumuman penting buat para pembaca setia. Dalam rangka menuju masa depan yang lebih cerah, saya akan memisahkan postingan tentang traveling dengan postingan personal yang random. Emm, sebagai penulis yang banyak tergantung sama mood, postingan traveling saya juga suka random, siy. Haduhhh, bikin alasan ternyata susah bener yak.

Intinya, berdasarkan saran dari para ahli, saya bermaksud membuat blog yang specialized. Yang satu ini tetep saya pertahankan sebagai blog untuk menulis cerita tentang traveling. Bukan bermaksud sok traveler, karena apalah saya ini dibandingin dengan para pejalan yang di luar sana. Cuma bertujuan supaya pembaca yang kebetulan terdampar disini bisa lebih menikmati cerita petualangan saya. Engga terdistraksi dengan sisi lain saya sebagai seorang model pegawai kantoran yang terjebak di antara keinginan hidup sederhana tapi tidak bisa tidak untuk tergiur dengan aura hedonisme Jakarta :p

Jadi, kisah-kisah lain yang tidak ada sangkut pautnya dengan traveling sudah dipindah ke blog yang baru yaaa :


Kenapa isti-PEDIA? Karena blog tersebut semacam kamus tentang saya. Hahaha... #garing
Tapinya harap maklum kalo rumah sebelah masih dikunci. Namanya juga baru ditempatin, jadinya masih dirapiin dulu, gitu.

So, yang masih pengen ngikutin kisah jalan-jalan saya, monggo stay tune disini! Yang lagi bengong engga tau mau ngapain, monggo mampir ke sebelah ;)

Sekian pengumuman penting hari ini. Terima kasih sudah meluangkan waktu untuk membaca :)

Waalamu'alaikum wr.wb.

Mencari Cermin di Goa Batu Cermin

Sepulang dari Cunca Wulang, rombongan kecil yang terdiri dari saya, Mba Tati, Mad, Mas Gun, dan Gesine menuju Goa Batu Cermin. Letaknya di Desa Wae Sambi hanya berjarak sekitar 4 km dari pusat Labuan Bajo.

Welcome to Batu Cermin

Kami sampai di Goa Batu Cermin ketika waktu sudah menunjukkan pukul 16.30. Kami pun membeli tiket masuk seharga 10 ribu Rupiah per orang (tidak ada perbedaan antara wisatawan domestik dan asing). Selanjutnya ditemani oleh seorang pemandu yang usianya masih sekitar 20 tahun, kami berjalan menyusuri jalan setapak sepanjang 300 meter menuju goa.

Si pemandu meminta ijin untuk memberi penjelasan dalam bahasa Inggris. Langsung kami iyakan, daripada kami harus mengalihbahasakannya lagi untuk Gesine. Tentang penggunaan bahasa ini, saya jadi teringat akan pemandu di Pulau Rinca. Karena orang asing di rombongan kami hanya satu yaitu Gesine, dia tetap menjelaskan segala sesuatunya dalam bahasa Indonesia. Yang ada kami bergantian menjadi penerjemah untuk Gesine.

Cunca Wulang, Air Terjun di Dasar Lembah

Kali ini saya ingin share tentang Cunca Wulang. Masih lanjutan dari Komodo Sailing Trip yang pernah saya tulis 2 bulan lalu. Pukul 10 pagi, saat sebagian besar peserta Komodo Sailing Trip bersiap untuk check out, saya bersama Mba Tati, Mad, Mas Gun dan Gesine memutuskan untuk explore Labuan Bajo, Manggarai Barat. Dengan menyewa mobil, kami menuju Cunca Wulang (artinya : air terjun yang berada di "dasar" lembah). Dalam perjalanan kesana, kami mampir dulu di Restoran Padang untuk membeli bekal makan siang. Maklum, di Cunca Wulang nanti kami tidak akan menemukan warung makan.

Mengingat Gesine yang berasal dari Jerman adalah seorang vegetarian, saya meluangkan waktu untuk menjelaskan terlebih dahulu mengenai menu di Restoran Padang kepadanya. Untunglah dia masih tidak keberatan untuk mengonsumsi telur. Tentang rasa masakan Padang yang tasty, menurut dia tak ada salahnya mencoba :) *at the end, she told me she like it!*

Kami bermobil selama 1,5 jam melewati jalanan berliku. Di tengah jalan, Gesine sempat meminta berhenti untuk membeli pisang susu di tepi jalan. Harganya cuma 7000 Rupiah per sisir. Kami membeli 2 sisir pisang. Setelah mobil tiba di kampung penduduk, ternyata perjalanan masih harus dilanjutkan dengan trekking selama 1 jam menyusuri hutan dengan ditemani seorang pemandu. Si pemandu juga membantu membawakan barang-barang kami. Kerennya, si pemandu ini engga pake alas kaki loh!

si pemandu kami